Berita Bali

Tarif Ojol Naik, Sejumlah Warga Denpasar Berikan Tanggapan

Sejumlah Warga Kota Denpasar berikan tanggapannya terkait kenaikan tarif ojek online.

TB/Istimewa
Mulai hari ini Grab telah melakukan penyesuaian tarif layanan mulai dari GrabBike, GrabCar, GrabExpress, dan GrabFood. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah Warga Kota Denpasar berikan tanggapannya terkait kenaikan tarif ojek online.

Pasalnya, Pemerintah Indonesia baru saja menaikan tarif ojek online pada Minggu 11 September 2022.

Kenaikan tarif ojek online berkisar antara 6 - 13 persen.

Provinsi Bali termasuk ke dalam Zona I yang meliputi Sumatera, Bali, dan Jawa. Untuk di Pulau Jawa, Zona I tak meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mulai hari ini Grab telah melakukan penyesuaian tarif layanan mulai dari GrabBike, GrabCar, GrabExpress, dan GrabFood.
Mulai hari ini Grab telah melakukan penyesuaian tarif layanan mulai dari GrabBike, GrabCar, GrabExpress, dan GrabFood. (TB/Istimewa)

Kenaikan tarif ojek online tersebut tentu saja menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, khususnya Masyarakat Kota Denpasar.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengguna ojek online, Yash Verwis (22).

Yash mengaku tak keberatan dengan adanya kenaikan tarif ojek online.

Dirinya berpandangan, kenaikan tarif ojek online yang tak begitu besar, dinilai tak berdampak signifikan pada keuangannya.

“Kalau misalnya naiknya masih jangkauan 2.000, 2.500, atau cuma 13%, itu masih nggak masalah ya. Apalagi aku makainya juga nggak jauh-jauh banget,” ucap Yash Verwis saat ditemui Tribun Bali pada Minggu 11 September 2022.

Pasalnya, Yash dapat menggunakan jasa ojek online minimal 1 kali dalam 1 minggu.

Berbeda dengan Yash Verwis, Margaretha Erika (24) mengaku keberatan dengan kenaikan tarif ojek online tersebut.

“Sebenernya keberatan sih. Tapi mau gimanain lagi. Rada keberatan juga sih karena kan apa-apa (harga barang lain) juga naik,” ucap Margaretha saat ditemui Tribun Bali pada Minggu 11 September 2022.

Kendati tarif ojek online mengalami kenaikan, Margaretha mengaku masih menerima kenaikan tarif ojek online lantaran mendapat promo - promo yang diberikan oleh penyedia jasa.

Pasalnya, Margaretha dapat menggunakan jasa ojek online hingga 3 kali dalam sehari.

“Sering sih. Frekuensinya bisa sehari bisa 2 sampai 3 kali gitu,” pungkas Margaretha.

Adapun kenaikan tarif ojek online di Indonesia telah diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 677 Tahun 2022.

Bali yang tercakup dalam Zona I, mengalami kenaikan tarif batas bawah dan tarif batas atas.

Untuk tarif batas bawah, saat ini dibebankan sebesar 2.000 rupiah per Kilometer (naik 8%). Sedangkan tarif batas atas dibebankan sebesar 2.300 rupiah per Kilometer (naik 8,7%).

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved