Berita Bali

Awalnya Salah Sasaran, Dimas dan Shavannha Justru Betah Jadi Penari Dance Sport

Ada hal menarik yang berlangsung dalam perhelatan Fazzio Youth Project oleh Yamaha di SMA N 1 Kuta Selatan.

(Putu Yunia Andriyani)
Penampilan memukau dari Dimas dan Shavannha, penari dance sport asal SMA N 1 Kuta Selatan dalam Fazzio Youth Project 

TRIBUN-BALI, BADUNG - Ada hal menarik yang berlangsung dalam perhelatan Fazzio Youth Project oleh Yamaha di SMAN 1 Kuta Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 12 September ini menampilkan berbagai macam ekstrakurikuler pelajar.

Salah satunya dance sport yang ditampilkan di aula SMA N 1 Kuta Selatan.

Dance sport kali ini dipersembahkan oleh dua pelajar kelas 12, yaitu Maria Priscilla Savannha Ayuningtyas dan Rohmat Dimas Setiawan.

Penampilan memukau dari Dimas dan Shavannha, penari dance sport asal SMA N 1 Kuta Selatan dalam Fazzio Youth Project
Penampilan memukau dari Dimas dan Shavannha, penari dance sport asal SMA N 1 Kuta Selatan dalam Fazzio Youth Project ((Putu Yunia Andriyani))

Dalam kesempatan tersebut, mereka menampilkan Dance Cha Cha dan Rumba, tarian Amerika Latin yang baru dikembangkan di sekolahnya.

Pelajar yang akrab disapa Dimas dan Shavannha ini mengatakan mereka merupakan anggota ekstrakurikuler dance sport yang ada di sekolahnya.

Ekstrakurikuler ini sudah diikuti kedua pelajar ini sejak duduk di bangku kelas 10.

“Di SMA N 1 Kuta Selatan sendiri telah menyediakan wadah untuk membina pelajar yang memiliki minat kepada Dance Sport.

Kita berdua sudah ikut sejak pertama masuk sekolah karena diterima melalui jalur prestasi Dance Sport,” ujar Dimas.

Kepada Tribun Bali, Dimas dan Shavannha menceritakan perjalanan mereka menjadi penari dance sport.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved