Berita Bali

SPSI Bali Nilai BSU Tak Efektif untuk Pekerja, Madra: Lebih Baik Buka Lapangan Pekerjaan

Terkait penggelontoran BSU ini, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali menilai hal ini tidak terlalu efektif bagi pekerja atau buruh.

Istimewa
ilustrasi - SPSI Bali Nilai BSU Tak Efektif untuk Pekerja, Madra: Lebih Baik Buka Lapangan Pekerjaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mulai hari ini, Senin, 12 September 2022 pemerintah resmi mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahap pertama.

Di mana salah satu syarat penerima BSU ini adalah aktif BPJS Ketenagakerjaan dan upah di bawah Rp3,5 juta.

Terkait penggelontoran BSU ini, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali menilai hal ini tidak terlalu efektif bagi pekerja atau buruh.

Apalagi untuk pekerja Bali yang didominasi pekerja di bidang pariwisata.

Baca juga: Cek Penerima BSU 2022 Gaji 600 Ribu , Akan Diberikan ke 16 Juta Pekerja, Login ke bsu.kemnaker.go.id

Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali, I Wayan Madra mengatakan BSU ini hanya diberikan kepada peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara selama pandemi Covid-19 banyak pekerja pariwisata yang dirumahkan dalam waktu lama dan sampai kena PHK.

Dalam waktu hampir dua tahun tak ada upah sehingga mereka tak bisa membayar premi BPJS Ketenagakerjaan sehingga keikutsertaannya dihentikan.

Otomatis mereka pun tak tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan tidak akan dapat BSU.

Baginya, hal yang tepat pada kondisi saat ini adalah pemberian lapangan pekerjaan.

Baca juga: BSU 2022 Kapan Cair Nih? Berikut Informasi Terbaru dari Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan

“Kalau BSU dengan besaran Rp600 ribu, paling seminggu sudah habis. Kalau lapangan kerja, tentu berguna untuk seterusnya,” kata Madra saat dihubungi Senin, 12 September 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved