Pemilu 2024

Temuan KPU Bali Soal 116 Akta Kematian, Disdukcapil Provinsi Bali Akan Gunakan Asas Contrarius Actus

Temuan KPU Bali Soal 116 Akta Kematian, Disdukcapil Provinsi Bali Akan Gunakan Asas Contrarius Actus

(Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra)
Kabid Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Provinsi Bali, Wayan Eka Wiyata (kiri) dan Sub Koordinator Aparatur Pencatatan Sipil, Ni Made Shuarning Yudiastini (kanan). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Bali sebut akan gunakan asas Contrarius Actus untuk menindaklanjuti temuan KPU Bali soal 116 akta kematian yang telah terbit.

Pasalnya, KPU Bali menemukan sebanyak 116 akta kematian telah terbit. Namun, pemilik data tersebut masih hidup.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdukcapil Provinsi Bali melalui Sub Koordinator Aparatur Pencatatan Sipil, Ni Made Shuarning Yudiastini menuturkan, pihaknya akan menggunakan Asas Contrarius Actus untuk menindaklanjuti terbitnya 116 akta kematian yang dimana sang pemilik data masih hidup.

“Nanti ada asas Contrarius Actus. Dimana yang menerbitkan bisa menarik kembali jika ada kesalahan. Membatalkan,” ucap Shuarning Yudiastini saat ditemui Tribun Bali pada Senin 12 September 2022.

Kabid Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Provinsi Bali, Wayan Eka Wiyata (kiri) dan Sub Koordinator Aparatur Pencatatan Sipil, Ni Made Shuarning Yudiastini (kanan).
Kabid Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Provinsi Bali, Wayan Eka Wiyata (kiri) dan Sub Koordinator Aparatur Pencatatan Sipil, Ni Made Shuarning Yudiastini (kanan). ((Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra))

Dilansir dari website resmi Kemendagri, Asas Contrarius Actus adalah konsep hukum administrasi yang menyebutkan siapa pejabat tata usaha negara yang membuat keputusan tata usaha negara dengan sendirinya berwenang mengubah, mengganti, mencabut atau membatalkan dokumen yang dibuatnya.

Nantinya, Disdukcapil Provinsi Bali akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada KPU Bali soal kepastian data tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Disdukcapil Provinsi Bali melalui Antoni Sitorus selaku Analis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Disdukcapil Provinsi Bali.

Antoni mengatakan, akan berkomunikasi kepada KPU Bali guna validasi data tersebut.

Antoni berharap, KPU Bali dapat merincikan secara pasti soal temuannya terkait terbitnya 116 akta kematian namun sang pemilik data masih hidup.

“Sebetulnya ada pemeriksaan ulang tentang akta itu. Kami perlu memastikan juga 116 akta itu, seperti apa historisnya akta tersebut bisa keluar.”

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved