Sponsored Content

Terima Kunjungan Pengurus LDII, Ketua FKUB Ajak Jaga Toleransi

Pengurus DPW LDII Bali bersilaturahim dengan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, I Dewa Gede Ngurah Swastha.

Editor: Harun Ar Rasyid
TB/Istimewa
Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menerima silaturahim pengurus LDII Bali. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pengurus DPW LDII Bali bersilaturahim dengan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, I Dewa Gede Ngurah Swastha.

Selain Ketua FKUB Bali, pria yang akrab disapa Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet merupakan Ketua FKUB Indonesia.

Silaturahim bertempat di Puri Agung Den Bencingah, Klungkung Bali, Minggu 11 September 2022.

Pengurus DPW LDII Bali bersilaturahim dengan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, I Dewa Gede Ngurah Swastha.
Pengurus DPW LDII Bali bersilaturahim dengan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, I Dewa Gede Ngurah Swastha. (TB/Istimewa)

Dalam pertemuan itu, Ketua DPW LDII Bali, H Olih Solihat Karso menyampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 LDII. Di antaranya tentang delapan bidang pengabdian yang menjadi fokus program kerja LDII.

Kesempatan itu sekaligus dimanfaatkan pengurus DPW LDII Bali menimba ilmu tentang memelihara kemajemukan kehidupan umat beragama.

"LDII meletakkan kebangsaan pada urutan pertama di dalam 8 bidang fokus pengabdian. Dengan semangat kebangsaan itu, LDII berkomitmen melaksanakan moderasi beragama, yang salah satu indikatornya bisa dilihat dari keseriusan LDII membina toleransi antarumat beragama," ungkap Olih Solihat.

Menanggapi apa yang disampaikan pengurus LDII Bali, Putra Sukahet merasa senang dan menyatakan telah lama mengenal baik LDII.

"Saya yakin dan sudah bisa menilai bahwa di dalam tubuh LDII ini ada jiwa-jiwa yang 100 persen Islamnya dan juga 100 persen Indonesianya, " tutur Putra Sukahet.

Dikatakan lebih lanjut, setiap umat beragama yang menganut dan memahami agamanya sendiri dengan benar dan baik pasti akan menjadi warga negara yang baik, bisa toleransi, bisa menerima berbagai perbedaan agama. Di dalam Islam itu sendiri sudah diajarkan tentang ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).

"Begitupun di dalam Hindu, kami juga diajarkan tentang Dharma Negara dan Dharma Agama," imbuhnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved