Berita Bali

Ditangkap Saat Nempel Paket Sabu, Okfan Menerima Diganjar Tujuh Tahun Penjara

Okfan Efendi (35) hanya bisa pasrah menerima diganjar pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim.

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Okfan Efendi (35) hanya bisa pasrah menerima diganjar pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim.

Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur 9 Januari 1987 ini dijatuhi vonis pidana penjara terbukti terlibat peredaran narkotik golongan I jenis sabu.

Diketahui Okfan ditangkap petugas kepolisian saat menempel paket sabu di seputaran Jalan Badak Agung, Denpasar.

Amar putusan terhadap terdakwa tersebut telah dibacakan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 13 September 2022.

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba (Tribun Bali/Dwi S)

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Okfan Efendi dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," tegas hakim ketua, I Ketut Kimiarsa.
Selain pidana badan, terdakwa juga divonis pidana denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara.

Terdakwa sendiri dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotik golongan I, dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya 5 gram. Sebagaimana dakwaan alternatif pertama, Okfan dijerat Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Putusan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU Ni Putu Widyaningsih melayangkan tuntutan pidana selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun) kepada terdakwa.

Menanggapi vonis majelis hakim, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. "Terdakwa menerima," ucap Aji Silaban selaku penasihat hukum. Sikap yang sama juga disampaikan JPU Widyaningsih.

Diungkap dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Okfan ditangkap di pinggir Jalan Badak Agung XVII, Sumerta Kelod, Denpasar Timur, Senin, 9 Mei 2022, sekira Pukul 14.10 Wita.

Bermula ketika terdakwa menawarkan diri menjadi kurir narkoba ke Togal (buron). Selanjutnya Togal memerintah terdakwa mengambil 22 paket sabu seberat 9,14 gram netto di Jalan Subur Monang Maning, Denpasar. Kemudian paket tersebut terdakwa bawa ke kosnya yang terletak di Jalan Glogor Indah, Pemogan, Denpasar Selatan.

Beberapa jam kemudian, Togal menyuruh terdakwa menempel sabu di pinggir jalan Badak Agung. Namun apes, saat akan menempel sabu terdakwa keburu dibekuk petugas kepolisian dari Polresta Denpasar.

Lalu dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa. Hasilnya, petugas kepolisian ditemukan 22 paket pada diri terdakwa. Penggeledahan berlanjut di kos terdakwa dan petugas kepolisian dua bendel plastik klip kosong dan satu buah timbangan elektrik.

Bahwa keseluruhan barang bukti yang diamankan petugas kepolisian adalah milik terdakwa, dan ada dalam penguasaan terdakwa tanpa ijin dari pihak berwenang. CAN

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved