Berita Tabanan

Lakukan Bisnis Emas Bodong, Ni Nyoman AS Kuras Harta Korban Hingga Rp5,7 Miliar

Ni Nyoman AS, 41 tahun, warga Jalan Mataram Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, diringkus Satreskrim Polres Tabanan.

Tribun Bali/Angga
Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penipuan dan penggelapan emas Rp 5,7 Miliar. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Ni Nyoman AS, 41 tahun, warga Jalan Mataram Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, diringkus Satreskrim Polres Tabanan.

Pebisnis emas ini menipu korbannya, Luh A hingga Rp 5,7 Miliar.

Tersangka pun kini telah ditahan.

Namun, karena kondisi sakit masih menjalani perawatan medis.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penipuan dan penggelapan emas Rp 5,7 Miliar.
Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penipuan dan penggelapan emas Rp 5,7 Miliar. (Tribun Bali/Anggaa)

Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra mengatakan, awal mula keduanya berbisnis emas. Kerjasama dimulai pada Agustus 2020.

Tidak ada gelagat mencurigakan dari tersangka.

Pembayaran selalu lancar. Bahkan dengan tempo satu bulan.

Namun, setelah beberapa bulan kerjasama itu tercederai.

Di rentang waktu Februari hingga Maret 2021 lalu. Tersangka mengambil emas namun tidak membayar uang hasil penjualan.

“Kerjasama awal berjalan baik. Kemudian menjadi tidak dibayarkan secara cash oleh tersangka. Dan nilai yang tidak dibayarkan hingga Rp 5,7 Miliar,” ucapnya Selasa 13 September 2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved