Berita Bali

Viral Video Pengerjaan Salah Satu Proyek Penataan Pura Besakih Dinilai Tidak Sesuai, Ini Kata PUPR

Setelah viral sebuah video yang memperlihatkan pengerjaan salah satu proyek penataan Pura Besakih yang dinilai tidak sesuai, ini penjelasan PUPR.

Tangkap layar instagram @jurnalisrakyat
Video viral pengeraan proyek penataan Pura Besakih yang dinilai tak sesuai. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Kementrian PUPR, Balai Personal Permukiman Wilayah Bali Bina Penataan Bangunan mengklarifikasi video yang ramai dimedia sosial terkait pengerjaan proyek penataan Pura Besakih yang salah satu bangunannya menggunakan campuran tanah dan semen.

Video tersebut diunggah diakun Facebook ‘Wayan Kardi’ lalu menuai beragam komentar.

Video tersebut pun menjadi viral dan diunggah ke platform lain.

“Sebenarnya itu adalah bangunan kios lantai 1. Jadi satu unit bangunan itu isinya dua kios 4x6 meter. Yang kemarin ramai itu mungkin ada warga yang masuk menerobos ke pintu pengamanan pagar kita masuk ke dalam membuat video yang bisa dilihat sampai sekarang ini. Memang saat itu posisinya pekerjaan itu adalah melakukan soil semen, atau perataan terhadap tanah disana untuk mencapai lokasi dicampur dengan semen agar lebih kuat,” kata, Agus Feri selaku perwakilan dari Kementrian PUPR, Balai Personal Permukiman Wilayah Bali Bina Penataan Bangunan pada, Senin 14 September 2022.

Lebih lanjutnya ia mengatakan soil semen dilakukan karena beberapa hari lalu di Besakih dan agar tanah lebih kuat untuk menopang bangunan kita.

Jadi tahapan yang divideokan itu adalah pada saat posisi soil semen memang tanah mencapai elokasi kemudian akan dilanjutkan dengan lantai kerja dan beton diatasnya.

Baca juga: NAIK: Harga Emas Logam Mulia Hari Ini Selasa 13 September 2022, Emas 10 Gram Sentuh Rp 9 Juta

Itu memang tanah paling bawah jadi diperkuat untuk mengantisipasi karena curah hujan cukup tinggi.

“Namanya juga mungkin belum mengetahui mekanisme atau prosesnya padahal itu tanah paling bawah. Dan tahapnnya juga belum tahu mungkin sudah dikira lantai kerja. Kalau yang ramai dikira kita menggunakan dari lantai kerja ke beton. Kan tidak mungkin bahkan lantai kerja kita pakai molen,” tambahnya.

Ia mengatakan juga sudah menjelaskan mekanisme pembangunan terutama pada warga sekitar, kantor desa serta tokoh masyarakat.

Dan sepertinya memang warga belum mengetahui dan perlu dijelaskan dulu agar paham.

“Kios E yang divideokan itu dikawasan Bencingah untuk pedagang berjualan bukan untuk bangunan persembahyangan. Itu areal kios-kios kalau kawasan sucinya masih diatas. Untuk kios E ditargetkan akhir desember sudah selesai,” tutupnya.

Link Video Viral <<<

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved