Berita Bangli

Angkutan Lokal Tolak Keberadaan Angkutan Online yang Mangkal di Wilayah Kintamani Timur

Angkutan Lokal Tolak Keberadaan Angkutan Online yang Mangkal di Wilayah Kintamani Timur

ist
Wakil Ketua PAPK, I Komang Sidiasa. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Keberadaan angkutan online di wilayah Kintamani Timur, sejak sebulan terakhir menimbulkan pekrimik, dari kalangan angkutan lokal. Mereka menolak keberadaan angkutan online yang mangkal di area tersebut.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Perkumpulan Angkutan Pariwisata Kintamani (PAPK), I Komang Sidiasa, Selasa (13/9/2022). Ia mengaku sudah sebulan terakhir angkutan online ini mangkal dan mengambil penumpang dari jalan raya Penelokan hingga Desa Songan.

Kondisi ini tentu berdampak pada ketidaknyamanan 40 anggota PAPK. Pasalnya tarif harga antara angkutan online dengan lokal tergolong sangat timpang. "Perbedaannya bisa mencapai Rp 200 ribu. Misalnya dari Songan ke Amed, angkutan lokal mematok harga Rp 500 ribu sementara angkutan online hanya Rp 270 ribuan," ujarnya.

Sidiasa mengatakan, pihaknya sempat bicara dengan pelaku angkutan online agar tidak mengambil penumpang dari wilayah Kintamani Timur. Namun jawaban yang diterima kurang memuaskan. "Kami diminta untuk memblokir wilayah Kintamani Timur agar aplikasinya tidak bisa online disini. Kalau saya memblock dengan cara apa, karena saya juga tidak tahu cara kerja aplikasinya seperti apa," ucapnya.

Di sisi lain, Sidiasa tidak bisa menyesuaikan tarif antara angkutan lokal dengan online. Mengingat tarif keduanya memiliki ketimpangan yang jauh.

Ia menjelaskan tarif yang berlaku di kalangan PAPK ini merupakan tarif normal. Yang mana penentuan tarif ini berdasarkan kesepakatan di organisasi dan kesepakatan pemilik hotel-hotel serta pengusaha pariwisata di wilayah Kintamani Timur.

Sidiasa menegaskan, sejatinya pihak dia tidak melarang orang lain mencari rejeki di Kintamani. Selama tarif yang dipatok sama dengan angkutan lokal. "Ini demi kenyamanan bersama, dan kebaikan pariwisata di Kintamani," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved