Berita Bali

Buntut Petisi Polusi Suara di Canggu, Masyarakat Bali Jangan Toleransi Dampak Buruk yang Terjadi

Buntut Polusi Suara di Canggu, Masyarakat Bali Jangan Toleransi Dampak Pariwisata Yang Sebabkan Masalah Lingkungan dan Kesehatan

Capture dari Change.org
Petisi Basmi Polusi Suara di Canggu | End Extreme Noise in Canggu 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Petisi yang dibuat oleh masyarakat sekitar Canggu terkait polusi suara juga permasalahan lingkungan lainnya menyadarkan masyarakat bahwa kegiatan pariwisata tentunya dapat memberikan imbas yang negatif juga.

Cipto Aji Gunawan selaku Kelompok Ahli Bidang Pembangunan Pemprov (Bidang Pariwisata) dalam rapat koordinasi penanganan polusi suara di Canggu meminta agar masyarakat jangan lagi mentoleransi hal tersebut.

“Jangan ditoleransi oleh masyarakat. Ini kan hanya kasus satu ya suara dampak pariwisata kan macam-macam.

Harus ada batasan dimana masyarakat bisa menerima.

Keseimbangannya dimana?

Disatu sisi masyarakat menikmati dan tidak mau kehilangan momen ini tetapi disisi lain ada dampak dan menyusahkan masyarakat juga.

Makanya masyarakat harus bertoleransi,” jelasnya pada, Rabu 14 September 2022.

ILUSTRASI Polusi Suara di Canggu
ILUSTRASI Polusi Suara di Canggu (Pexels/Jerome Govender)

Lebih lanjutnya ia mengatakan dalam hal ini, toleransi tentunya ada batasannya.

Tidak bisa masyarakat bertoleransi sampai harus mengorbankan kesehatan, keharmonisan atau adat.

“Itu namanya toleransi kebablasan. Batasan-batasan itu yang harus segera ditarik garisnya. Batasan tidak hanya masalah lingkungan mulai dari suara, polusi air limbah sampah dan batasan mana pemerintah harus memfasilitasi agar hal-hal seperti ini bisa diminimalkan,” tambahnya.

Dalam hal melakukan pengembangan pariwisata tentunya terdapat dampak positif dan negatifnya.

Masyarakat, pemerintah dan pengusaha harus sama-sama sadar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan nantinya akan dilakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan hal tersebut.

“Ya tentu memang sebagai kawasan pariwisata hal-hal yang sedemikian itu ada. Tadi kan disampaikan kita harus memastikan kembali masyarakat sekitar benar-benar nyaman, walupun ini percikan dollar, disatu sisi wisatawan juga yang datang kesana tentu harus tahu juga bahwa ada ketentuan desible. Sehingga jika misalnya ada keluhan dapat komplain, kita akan tegur sesuai aturan itu,” kata, Tjok Bagus.

Sementara untuk Hotel dan Villa di Canggu jumlahnya sama banyak yakni hampir 90 persen. Jika untuk beach club jumlahnya hanya beberapa. Pada Kabupaten Badung sendiri jumlah Beach Club memang dibatasi hanya 15 Beach Club saja. (*)

Baca juga: Camat Kuta Utara, Harapkan Ada Aturan Kuat Agar Masalah Petisi Polusi Suara Di Canggu Tidak Terulang

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved