Berita Bali

Canggu Jadi Penyumbang Pariwisata Terbesar Setelah Nusa Dua, Tingkat Okupansi 80 Persen

Canggu Jadi Penyumbang Pariwisata Terbesar Setelah Nusa Dua, Tingkat Okupansi 80 Persen

Istimewa
Salah satu tempat tongkrongan yang asyik dikunjungi saat siang menjelang sunset di Canggu, Kabupaten Badung,  yakni Old Man’s. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Fasilitis Director Finns Beach Club, Wayan Wirawan menanggapi terkait bunyi bising yang disinyalir dari Bar dan Cafe yang berada dikawasan Berawa, Canggu pada, Rapat Penanganan Polusi Udara di Canggu Rabu 14 September 2022.

“Ini adalah hal yang membangun jadi kita tumbuh pasti akan ada banyak yang melihat pertumbuhan kita dan kita juga harus care dengan lingkungan dan care dengan aturan. Aturan itu dibuat sebagai rambu-rambu dan membatasi kita,” katanya.

Lebih lanjutnya ia mengatakan pengusaha sekarang ini adalah bagaimana membuat rem yang pakem dimana kapan harus berhenti agar tidak tergelincir bersama-sama. Dengan adanya keluhan ini, ia mengklaim Finns tidak merugi.

“Tidak ada sama sekali kerugian, justru ini keuntungan. Dengan adanya isu ini kan kita akan bertumbuh dengan baik. Solusi sangat baik untuk kebersamaan kita bersama. Tidak ada memberatkan. Jam 01.00 dini hari tidak rugi karena jam 12.00 kita sudah close,” tambahnya.

Ia juga menekankan dari awal pihaknya sudah memperhitungkan apa yang harus dilakukan dan membatasi. “Kita juga tidak semena-mena untuk berusaha. Kita pasti memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar dan aturan pemerintah. Kita datang kesini untuk hal yang baik kok. Volume tergantung dan masih digodok lagi karena masalah outdoor kan belum,” tutupnya.

Nikmati Sunset Terbaik di Finns Beach Club, View Pantai Berawa Canggu
Nikmati Sunset Terbaik di Finns Beach Club, View Pantai Berawa Canggu (ist)

Sementara, Wakil Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan sah-sah saja jika terdapat petisi untuk menolak kebisingan karena hal tersebut sangat normatif.

“Tadi telah kita dengarkan bersama dari Jero Bendesa, Perbekel Canggu dan Berawa bahwa itulah yang terjadi. Kita telah sepakati beberapa poin. Ada 6 poin, dalam pengurangan disable, pengawasan, edukasi, MOU. Itu sangat bagus cara-caranya yang kita lihat Canggu. Mereka adakan diskusi kecil, sehingga menimbulkan MoU dan kesepakatannya maskimal jam 12 malam dan merujuk pada SE Bupati Badung,” kata, Rai.

Canggu merupakan penyumbang pariwisata terbesar setelah Nusa Dua dan untuk saat ini okupansi Canggu paling tinggi yakni 80 persen.

“Canggu lagi booming dan kita harus jaga, rawat dan pelihara. Okupansi rata-rata di Bali saat ini 65 persen. Harapannya G-20 sebagai game changernya harus sukses dan kita harapkan Bali itu booming di tahun 2023,” tutupnya. (*)

Baca juga: Hasil Kajian Kemenparekraf, Canggu Destinasi Favorit Bagi Wisman Digital Nomad di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved