Bisnis

PELUANG Baru Pasca Kenaikan BBM, Penjualan Mobil Listrik Wuling Air EV Naik 30 Persen

Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang.Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM.Ini Wuling melihat peluang ini.

Arini Valentya
 Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang. Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM. BBM Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter. Kemudian Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter. Serta Pertamax dari harga Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter. Hal inilah yang mendasari Wuling, mengeluarkan kendaraan listrik berupa mobil listrik Wuling Air EV. 

TRIBUN-BALI.COM - Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang.

Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM.

BBM Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.

Kemudian Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter.

Serta Pertamax dari harga Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter.

Hal inilah yang mendasari Wuling, mengeluarkan kendaraan listrik berupa mobil listrik Wuling Air EV.

Baca juga: BBM Naik, Kadisnaker ESDM Bali Usulkan Kendaraan Listrik Jadi Alternatif

Baca juga: BBM Naik, Optimistis Penjualan Motor Listrik Meningkat

 Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang.

Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM.

BBM Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.

Kemudian Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter.

Serta Pertamax dari harga Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter.

Hal inilah yang mendasari Wuling, mengeluarkan kendaraan listrik berupa mobil listrik Wuling Air EV.
 Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang. Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM. BBM Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter. Kemudian Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter. Serta Pertamax dari harga Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter. Hal inilah yang mendasari Wuling, mengeluarkan kendaraan listrik berupa mobil listrik Wuling Air EV. (Arini Valentya)

Saat ditemui Tribun Bali pada Kamis (15/9/2022), Tri Tetez Yunianto selaku Sales Supervisor Wuling Kumala Denpasar, mengatakan penjualan mobil listrik Air EV meningkat sebesar 30 persen.

"Kalau dibandingin dulu sebelum kenaikan BBM, sekarang mobil listrik penjualannya sudah lumayan dan makin dilirik masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, Surabaya, Bali.

Di Bali sendiri sudah naik 30 persen untuk penjualannya, apalagi dengan DP dan angsuran ringan jadi masyarakat lebih tertarik beralih ke mobil listrik," ujar Tetez pada Tribun Bali.

Selain itu, Tetez menambahkan untuk spesifikasi dari Wuling Air EV juga sudah dilengkapi dengan IoV (Internet of Vehicle), perintah suara pintar berbahasa Indonesia pertama pada WIND ( Wuling Indonesian Command), serta fitur easy chargingyang memungkinkan penggunanya bisa melakukan pengisian daya dengan cepat dan mudah.

Di Wuling Kumala Denpasar, juga menyediakan layanan test drive gratis bagi calon konsumen Wuling untuk dapat merasakan bagaimana kecanggihan dari mobil listrik.

 Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang.

Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM.

BBM Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter.

Kemudian Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter.

Serta Pertamax dari harga Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter.

Hal inilah yang mendasari Wuling, mengeluarkan kendaraan listrik berupa mobil listrik Wuling Air EV.
 Penjualan kendaraan listrik di Indonesia semakin berpeluang. Terlebih, setelah pemerintah meresmikan kenaikan BBM. BBM Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter. Kemudian Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter, menjadi Rp 6.800 per liter. Serta Pertamax dari harga Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter. Hal inilah yang mendasari Wuling, mengeluarkan kendaraan listrik berupa mobil listrik Wuling Air EV. (Arini Valentya)

Wuling Air EV terdiri dari dua varian, Standard Range dan Long Range.

Untuk spek Wuling Air ev Standard Range memiliki kapasitas baterai 18 kWh dengan dengan jarak tempuh mencapai 200 kilometer.

Sementara, Long Range kapasitas baterainya 26,5 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 kilometer.

Wuling Air EV mengusung baterai lithium iron phosphate (LFP) yang mampu bertahan dengan jarak tempuh 200 hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dengan desain eksterior yang tampil stylish dan modern, Wuling Air ev menawarkan lima pilihan warna istimewa yang terdiri dari Pristine White, Avocado Green, Lemon Yellow, Peach Pink, dan Galaxy Blue.

"Apalagi cocok banget dipakai di Bali, karena di daerah Seminyak, Canggu, Kuta itukan jalannya lumayan sempit, jadi pkai mobil dengan design minimalis begini akan sangat membantu.

Tenang saja keselamatan pasti aman, ini sama seperti mobil konvensional Wuling pada umumnya, dari bahan material yang digunakan, fitur, dan lain-lain hany saja bentuknya diperkecil dan energi yang dipakai dari baterai jadi zero emission," tutup Tetez.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved