Berita Jembrana

Truk Nyemplung ke Laut, Aktivitas di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk Terganggu

Dampak dari adanya truk nyemplung, aktivitas di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk terganggu sejak pagi, Kamis 15 September 2022.

Tribun Bali/Coco
Suasana di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk Jembrana pasca terjadinya truk nyemplung ke laut, Kamis 15 September 2022. 

NEGARA, TRIBUN BALI - Dampak dari adanya truk nyemplung, aktivitas di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk terganggu sejak pagi, Kamis 15 September 2022.

Saat ini hanya bisa dua kapal saja. Hal ini disebabkan oleh proses evakuasi truk bermuatan omplong belum bisa dilakukan.

Koordinator Satpel BPTD Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Sastrawan mengatakan, pasca terjadinya insiden truk besar nyemplung ke laut, aktivitas di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana terganggu.

"Untuk di dermaga itu (LCM), biasanya 3 kapal yang nyandar. Namun, karena insiden truk nyemplung itu jadi hanya bisa operasikan 2 kapal saja. Dermaganya terhalang truk," jelas Sastrawan saat dikonfirmasi

Suasana di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk Jembrana pasca terjadinya truk nyemplung ke laut, Kamis 15 September 2022.
Suasana di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk Jembrana pasca terjadinya truk nyemplung ke laut, Kamis 15 September 2022. (Tribun Bali/Coco)

Disinggung mengenai proses evakuasi, pihaknya di BPTD masih belum bisa berkomentar banyak. Pihaknya masih menunggu koordinasi antara pemilik truk dengan jasa derek.

"Biasanya yang punya truk yang lakukan (evakuasi). Kemudian untuk truk tersebut masuk juga di asuransi kok. Karena semua yang sudah beli tiket langsung mendapat asuransi," tandasnya.

Sebelumnya, satu unit truk nyemplung ke laut saat hendak naik ke kapan di dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Kamis 15 September 2022. Truk besar berwarna hijau tersebut terjun ke laut lantaran diduga mengalami rem blong. Hingga saat ini, posisi truk masih berada di laut. Proses evakuasi masih menunggu truk derek agar bisa ditarik ke daratan.

Menurut pantauan, aktivitas di Pelabuhan Gilimanuk tetpantau berjalan normal. Satu truk berwarna hijau masih di laut dengan posisi tenggelam dan terikat tali tambang. Pihak petugas dari pelabuhan dibantu aparat juga masih di lokasi untuk memantau kondisi setempat.

Sementara, peristiwa truk nomor polisi N 7941 UQ yang bermuatan omplong atau kaleng bekas nyemplung ke laut itu terjadi sekitar pukul 08.25 WITA. Bermula dari truk yang dikemudikan Edi Santoso (28) masih berada di areal parkir di dermaga LCM. Ia berencana akan naik ke kapal KMP Tunu Pratama Jaya 3888 dengan cara mundur.

Namun, karena posisi dermaga miring mendadak remnya blong dan sopir tidak bisa mengendalikan truknya (out control) dan laju truk meleset ke arah sasaran ramdoor (pintu kapal), hingga akhirnya nyemplung ke laut. Setelah itu, sopir kemudian turun ke darat menyelamatkan diri, namun surat-surat dan tiket ketinggalan di dalam truk.

 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved