Berita Badung

Menparekraf Curiga Musik Dimatikan atau Dikecilkan Saat ke Canggu Malam Kemarin

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Bali kali ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bertemu dengan para pelaku parekraf,

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Menparekraf Sandiaga saat meninjau Nusa Penida didampingi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. 

TRIBUN BALI.COM, SEMARAPURA - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Bali kali ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) Sandiaga Uno bertemu dengan para pelaku parekraf, pemerintah daerah dan warga canggu membahas mengenai petisi polusi bising di wilayah itu.

Pertemuan tersebut dilakukan pada Jumat 16 September 2022 malam di Hotel Tugu Bali.

Menparekraf Sandiaga pun mengaku ke canggu langsung guna ingin melihat langsung bagaimana polusi bising disini hingga dibuatkan petisi.

"Saya ingin datang sendiri nih di kawasan Canggu jam segini (sekira pukul 22.15 WITA) untuk melihat di Jumat malam bagaimana keadaannya," ucap Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga saat meninjau Nusa Penida didampingi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.
Menparekraf Sandiaga saat meninjau Nusa Penida didampingi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. ((Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin))

Namun ia merasakan tidak ada kebisingan saat itu dan curiga telah dikondisikan.

"Saya sudah curiga kemarin kok tidak ada suara sama sekali. Tapi ternyata dua atau tiga hari terakhir sudah ada kesepakatan. Jadi ada satu anak group usaha saya melakukan outing disini, dia menyampaikan bro lu mau datang ya kok jam 12 sudah sudah dimatiin musiknya atau dikecilin musiknya," ungkap Menparekraf Sandiaga usai meninjau dua destinasi wisata di Nusa Penida, Sabtu 17 September 2022.

Menurut Sandiaga ini satu bentuk kearifan lokal dan mereka tahu Menteri dalam perjalanan menuju Bali, mereka sudah mencapai kesepakatan dan itu saya apresiasi.

Bahwa kesepakatan ini mengedepankan kearifan lokal sekarang bagaimana kita terus memantau dan memonitor karena sebentar lagi KTT G20, kita buat narasi yang positif dan sangat-sangat saya apresiasi kesepakatannya.

"Mudah-mudahan kedepan akan terjadi satu kolaborasi yang bisa menjadikan canggu ini sebagai nomor dua destinasi digital nomad terpopuler di dunia ini bisa kita tingkatkan," harap Menparekraf Sandiaga.

Inti yang disepakati menanggapi petisi polusi bising yakni mematikan suara musik pukul 00.00 hingga 01.00 WITA dan tingkat kebisingannya tidak melebihi 70 db.

"Tadi yang sudah disampaikan bahwa untuk musik itu sampai pukul 24.00 sampai 01.00 WITA yang outdoor. Tingkat kebisingan sementara 70db yang disepakati. Dan nanti akan kita sampaikan secara detailnya," kata Menparekraf Sandiaga.

Dan dari kesepakatan ini Sandiaga berharap dapat ditingkatkan kedalam sebuah peraturan daerah baik berupa Peraturan Gubernur ataupun Peraturan Bupati.

"Kita harapkan nanti bisa ditingkatkan didalam payung hukum yang bisa menjadi dasar dari implementasi dan supervisinya.
Dan sebelum G20 kita harapkan semuanya bisa terselesaikan dan yang dikedepankan adalah adat dan budaya. Selesaikan dengan kearifan lokal," ungkap Menparekraf Sandiaga.

Saat seseorang berwisata tentunya dari semua sisi harus diakomodasi karena ini merupakan suatu harmoni dan keseimbangan yang harus kita dapatkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved