Berita Bali

Tersimpan Hampir 16 Tahun, Sigit Akhirnya Rilis Film The White Balance, Kisahkan Tragedi Bom Bali

Jurnalis freelance, Sigit Purwono merilis film ‘The White Balance’ untuk mengenang 20 tahun tragedi berdarah Bom Bali 1 yang terjadi pada Tahun 2002

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Jurnalis freelance, Sigit Purwono merilis film ‘The White Balance’ untuk mengenang 20 Tahun Tragedi berdarah Bom Bali 1 yang terjadi pada Tahun 2002 silam. 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Jurnalis freelance, Sigit Purwono merilis film ‘ The White Balance’ untuk mengenang 20 Tahun Tragedi berdarah Bom Bali 1 yang terjadi pada Tahun 2002 silam.

Sigit mengatakan, tantangan terbesarnya ketika merilis film ini adalah kekhawatiran dapat membangkitkan trauma khususnya warga Bali pada insiden tersebut. 

“Karena saya tahu makanya saya simpan hampir 20 tahun karena saya tidak mau menyakiti dari warga Bali untuk membangkitkan luka lama mereka terutama untuk keluarganya yang meninggal,” katanya pada, Jumat 16 September 2022. 

Baca juga: Aliansi “Bali Jengah” Kembali Gelar Aksi, Bentangkan Poster Sindirian di Catur Muka Denpasar

Selain itu ia ingin film yang dirilisnya ini akan menjadi jejak digital, refrensi, literasi tidak hanya warga Bali tapi juga Internasional di mana menjelaskan bagaimana kasus Bom Bali tersebut.

Insiden Bom Bali ini terjadi setelah tragedi WTC, 12 Oktober 2002 silam.

Meliput tragedi Bom Bali ini, Sigit pun pernah mendapatkan penanganan traumatis dari DART Australia yang diadakan di Thailand.

Di sana ia diberikan pelajaran bagaimana menghilangkan traumatis. 


“Saya tidak bisa berkata-kata di sana. Saya menangis menceritakan kejadian bom bali. Tapi dari pengalaman di Thailand kita bisa memahami bagaimana cara menghilangkan trauma dengan meliput kejadian seperti itu. Sebetulnya berat ya sampai sekarang pun kalau lihat film itu masih haru dan berat makanya saya mengejar momen 20 tahun ini,” tambahnya. 

Menurutnya, sebagai manusia tentunya hidup masih akan harus terus berjalan, namun kejadian ini tidak bisa dihilangkan dan harus didokumentasikan.

Baca juga: Gubernur Bali Minta Semua Pemda Ikut Kendalikan, Inflasi di Bali Urutan ke-6 Tertinggi se-Indonesia

Dalam film ini, ia ingin menghadirkan realita yang sebenarnya. Serta memperlihatkan fakta dan realita kejadian Bom Bali tersebut.

“Jadi saya tidak ingin menambahi saya tidak mau ada interest di dalam film saya ini. Mau yang pro atau tidak pada Amrozi yang penting saya menyediakan fakta begini bom bali itu,” imbuhnya. 

Film The White Balance ini berdurasi 65 menit, dan film ini sebenarnya sudah selesai diedit pada Tahun 2006.

Di mana setelah Amrozi lama tidak dieksekusi dan warga Bali mempertanyakan hal tersebut hingga ia dipindah ke Lapas Nusa Kambangan. 

“Hampir 95 persen itu video saya, saya anti nyomot-nyomot. Termasuk di Youtube juga. Saya buat judul sesimple mungkin. Dan ini belum pernah saya publish di media sosial,” tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved