Breaking News:

Berita Badung

Jalan Sibang Gede-Angantaka Dikeluhkan Karena Jebol, PUPR Badung Langsung Lakukan Perbaikan

Jalan Sibang Gede-Angantaka Dikeluhkan Karena Jebol, PUPR Badung Langsung Lakukan Perbaikan

TB/Istimewa
Dinas PUPR Badung saat melakukan perbaikan jalan Raya Sibang Gede -Angantaka Badung pada Minggu 19 september 2022 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Jalan Raya Sibang Gede-Angantaka Badung Sabtu 17 September 2022 dikeluhkan masyarakat sekitar.

Pasalnya kondisi jalan jebol itu membahayakan pengguna jalan.

Jebolnya jalan tersebut karena senderan yang rusak.

Bahkan sabtu kemarin kondisinya semakin parah karena jebolnya mengikis jalan ke bagian tengah.

Dinas PUPR Badung saat melakukan perbaikan jalan Raya Sibang Gede -Angantaka Badung pada Minggu 19 Swptember 2022
Dinas PUPR Badung saat melakukan perbaikan jalan Raya Sibang Gede -Angantaka Badung pada Minggu 19 Swptember 2022 (TB/Istimewa)

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung turun bersama aparat kepolisian dengan memasangi garis pembatas.

Pasalnya selain karena jalan jebol, kondisi jalan di seputaran tersebut juga gelap, karena minimnya penerangan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung pun kini langsung melakukan perbaikan di jalan tersebut. Perbaikan dimulai dengan memperbaiki senderannya terlebih dulu.

Kadis PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, kerusakan Jalan Sibang Gede-Angantaka Abiansemal disebabkan adanya truk hilang kendali saat melintas beberapa waktu lalu. Truk tersebut pun terjatuh di area lahan kosong yang ada di sebelahnya.

"Jalannya jebol karena ada truk jatuh, sehingga kami dari PUPR melakukan perbaikan,” ujar Surya Suamba saat dikonfirmasi Minggu 18 September 2022.

Menurutnya, kerusakan yang diakibatkan oleh insiden tersebut mencapai panjang 5 meter. Bahkan akunya untuk pengerjaan perbaikan jalan tersebut sejatinya telah dimulai sejak empat hari yang lalu.

"Untuk target rampungnya, kami memperkirakan akan memerlukan waktu tujuh hari kedepan. Karena harus memperbaiki senderan dulu," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk pekerjaan perbaikan jalan tersebut, birokrat asal Tabanan itu mengakui pertama yang dilakukan adalah membangun senderan, kemudian dilanjutkan dengan pengurugan dan pemadatan. Setelah rata baru akan dilakukan pengaspalan.

"Jadi kita tidak bisa langsung melakukan pengaspalan, nanti terkikis lagi," bebernya.

Disinggung terkait penggunaan biaya perbaikan jalan Surya Suamba mengaku, seluruh proses perbaikan menggunakan anggaran pemeliharaan jalan. Namun pihaknya belum dapat memperkirakan total penggunaan anggaran, hingga perbaikan jalan dapat terselesaikan.

"Belum dihitung berapa habisnya, karena masih berjalan perbaikannya. Untuk pengerjaannya dilakukan oleh PUPR langsung menggunakan system swakelola," imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya meminta agar masyarakat bisa memaklumi karena terjadi gangguan lalulintas. Pasalnya saat ini ada beberapa material yang di turunkan.

"Jadi setengah badan jalan yang digunakan. Tapi tidak menyebabkan macet," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved