Berita Badung

Masyarakat Ingin Vaksin Covid-19 di Badung Sempat Dipulangkan, Kadiskes Sebut Vaksin Terbatas

Masyarakat Yang Ingin Vaksin Covid-19 di Badung Sempat Di Pulangkan, Kadiskes Sebut Vaksin Terbatas

Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19 untuk 'booster'. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sejumlah masyarakat yang hendak melakukan vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung terpaksa pulang tanpa mendapatkan suntik vaksin.

Hal itu lantaran vaksin covid-19 habis dan diharapkan kembai melakukan vaksinasi Senin 19 September 2022 besok.

Menurut informasi yang didapat, petugas yang berjaga saat itu, menyarakan masyarakat untuk pulang dan datang pada senin besok. Hal itu lantaran vaksin sudah habis, sehingga pelaksanaan vaksin di tutup.

Direktur RSD Mangusada, dr I wayan Darta yang dikonfirmasi Minggu 18 September 2022 tak menampik hal tersebut.

IGD RSD Mangusada, tempat perawatan Kadek Eva Sutrisna (22), korban pembacokan di Simpang Semer, Kerobokan
IGD RSD Mangusada, tempat perawatan Kadek Eva Sutrisna (22), korban pembacokan di Simpang Semer, Kerobokan ((Putu Yunia Andriyani))

Pihaknya mengakui jika petugas melayani vaksinasi setiap hari kerja yakni Senin-Sabtu.

Diakui beberapa hari terakhir, pelayanan tidak dilakukan maksimal karena vaksin yang diberikan terbatas. Sehingga tidak bisa dilakukan vaksinasi.

"Habis stok vaksinnya. Stok vaksin di provinsinya juga kosong," kata dr Darta.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr Made Padma Puspita juga mengakui hal tersebut. Saat ini pihaknya tidak bisa melakukan vaksinasi dengan cepat karena keterbatasan stok vaksin.

"Kita inginya setiap hari melakukan vaksin, tapi vaksinnya seret. Ternyata dari provinsi juga tidak ada. Jadi bagaimana mau kerja orang vaksinya tidak ada," katanya.

Dijelaskan Dinas Kesehatan ingin membuka vaksinasi di tiap kecamatan. Namun saat ini masih melayani vaksinasi setiap hari di RSD Mangusada.

"Kita setiap hari lakukan vaksinasi, tapi jumlah vialnya hanya sedikit. Kita sudah sampaikan ke Menteri Pariwisata Pak Sandiaga agar Bali bisa diprioritaskan untuk vaksin," jelasnya.

Diakuinya pihaknya ditargetkan untuk segera menuntaskan vaksinasi booster, namun pada keyatanyaan pasokan vaksin yang diberikan sangat sedikit. Dirinya pun mengumpamakan saat ini mau perang dengan senjata, namun pelurunya habis.

"Jadi berkaitan dengan masyarakat yang gagal vaksin kita sarankan Senin besok," tegasnya.

Darta juga tidak memastikan vaksin akan tersedia dalam jumlah yang cukup. Hanya saja berharap dapat vaksin dengan cepat.

"Ya mudah-mudahan ada vaksinnya, berapa yang diberikan kita akan diprioritaskan untuk masyarakat yang belum menerima vaksin. Terlebih dulu akan di drop di rumah sakit," tegasnya.

"Kalau jumlahnya banyak kita enak, misalnya rumah sakit langsung 100 vial. Beberapa hari lalu kita hanya dapat 50 vial. Lalu bagimana cara nyuntiknya itu karena masyarakat yang ingin vaksin juga banyak," sambungnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved