Berita Jembrana

Biaya Operasional Kapal Terus Membengkak, Gapasdap Desak Pemerintah Segera Sesuaikan Tarif Kapal

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mendesak pemerintah agar segera menyesuaikan tarif kapal penyeberangan

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan ( Gapasdap) mendesak pemerintah agar segera menyesuaikan tarif kapal penyeberangan pasca kenaikan BBM.

Sebab, jika tidak ada penyesuaian dalam waktu lebih dari satu bulan akan membuat operasional kian membengkak.

Bahkan, sejumlah kapal hanya bisa parkir karena tak kuat lagi menopang biaya operasional.


Ketua DPC Gapasdap Gilimanuk, Gusti Putu Astawa mengatakan, pihaknya dari asosiasi masih menunggu hasil dari pengajuan sebelumnya.

Baca juga: Truk Nyemplung di Jembrana Gagal Evakuasi, Rencana Evakuasi dengan Crane Hari Ini

Dia menyebutkan, usulan penyesuaian tarif penyeberangan ini karena ada kenaikan BBM hingga 34 persen lebih. Kemudian mengakibatkan kenaikan inflasi hingga 11 persen lebih. 


"Hingga saat ini kami masih belum ada informasi yang pasti terkait itu (kenaikan tarif). Saat ini belum ditemukan titik permasalahan dan kenapa sampai sekarang masih ditunda kenaikan tiket penyebrangan ini," kata Gusti Astawa mempertanyakan kebijakan pemerintah saat dikonfirmasi, Senin 19 September 2022. 


Menurutnya, jika penyesuaian tarif penyeberangan ini terlalu lama molor akan berakibat pada biaya operasional kapal.

Pasca kenaikan BBM resmi diberlakukan, biaya operasional terus membengkak setiap harinya.

Dia mengungkapkan, pembahasan ini sebenarnya sudah disampaikan dalam bentuk protes oleh ketua umum asosiasi ke pemerintah.

Baca juga: Jalan Tol Jagat Kerthi Bali Bawa Perubahan bagi Jembrana dan Tabanan, Kebagian Dampak Ekonomi


"Selama ini berjalan atau sekitar 15 hari berjalan, kemampuan perusahaan untuk membeli BBM sudah hampir habis limitnya. Jika sampai satu bulan, mungkin kapal bakal istirahat alias tak beroperasi lagi," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved