Berita Karangasem
Dijaring di Seantero Bali, Gepeng yang Dilimpahkan ke Dinsos Karangasem Capai 202 Orang
Gelandangn dan pengemis (gepeng) dari Kab. Karangasem yang terjaring di beberapa Kabupaten / Kota di Bali capai ratusaan orang.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
AMLAPURA, TRIBUN BALI. COM - Gelandangn dan pengemis (gepeng) dari Kab. Karangasem yang terjaring di beberapa Kabupaten / Kota di Bali capai ratusaan orang.
Dari Bulan Januari - September 2022, tercatat 202 gelandangaan dan pengemis yang diserahkan ke Dinas Sosial Karangasem.
Penyuluh Sosial, Dinas Sosial Karangasem, Made Sumeka Regen, mengatakan, gepeng yang terjaring dan dikembalikan ke Dinas Sosial Karangasem sudah mencapai 202 orang.
Mereka diamankan dikarenakan mengemis, dan pengamen. Bersangkutan ganggu ketertiban umum.
"Daerah yang mengembalikan gepeng hampir seemua Kabupaten / Kota di Bali. Kecuali Kab. Bangli dan Tabanan. Gepeng yang dikembalikan berasal dari Kecamatan Kubu," ungkap Sumeka Regen, Selasa 20 Septmeber 2022 siang kmarin
Pihaknya memprediksi, kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah. Mengingat beberapa bulan akan digelar acara internasional, G20.
"Biasa menjelang event dan hari raya, jumlah gepeng yang dikembalikn ke Karangasem meningkat. Kondisi seeperti ini rutin trjadi tiap tahun,"akuinya
Gepeng yang terjaring serta dikembalikan ke Dinsso Kab. Krangasem meningkat tiap tahunnya.
Tahun 2021 jumlah gepeng yang terjaring dan dilimpahkan ke Dinsos Kab. Karangasem mencapai 700 orang lebih. Tahun 2020 sempat menurun jumlahnya karena naiknya kasus COVID.
Ratusan gepeng yang dilimpahkan Dinsos Karangasem berasal dari 2 dusun di Kec. Kubu.
Yang bersangkutan dikembalikan ke desanya.
Gepeng yang terjaring rutin diamankan, dan sering diberikan arahan oleh Dinsos Karangasem. Tetapi arahan itu tak digubris, dan tetap berkerja jadi gepeng.
Untuk diketahui, jumlah warga Karangasem yang maasih menggepeng diperkirakan masih ratusan orang.
Warga yang mengepeng kemungkinan karena belum dapat bantuan pemerintah.
Ditambah penghasilan dari mengepeng lumayan banyak, mencaapai sekitar 200 - 500 ribu perhari
Beberapa gepeng yang memilih berhenti mengepeng karena sudah terima bantuan dari pemerintah pusat.
Seeperti bantuan bedah rumah serta usaha ekonomi produktif (UEP) dari Kmentrian Sosial (Kemensos).
Bantuan ini diserahkan untuk menekan angka gepeng dibeberapa desa di Karangasem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Puluhan-Gepeng-saat-akan-022.jpg)