Berita Denpasar

Job Fair di Kota Denpasar Diharapkan Bisa Menurunkan 5 Persen Angka Pengangguran

Job Fair di Kota Denpasar Diharapkan Bisa Menurunkan 5 Persen Angka Pengangguran

Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
Putu Supartika
Pelaksanaan Job Fair di Kota Denpasar. Selasa (20/9) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setelah 2 tahun sempat dihentikan karena pandemi Covid-19, Job Fair Kota Denpasar kembali digelar.

Job Fair ini digelar selama dua hari yakni 20 hingga 21 September 2022 di gedung Dharmanegara Alaya Lumintang.

Terlihat antusias para pencari kerja mendatangi lokasi Job Fair ini.

Salah seorang pencari kerja, Jonathan mengatakan dirinya mencari lowongan dalam bidang pariwisata.

Dimana sebelum pandemi ia sempat bekerja di bidang pariwisata. Namun karena pandemi Covid-19, ia kena dampak.

"Sekarang saya kembali mencari peruntungan di sini, semoga bisa mendapat yang sesuai," katanya.

Kadisnaker Kota Denpasar, I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan dalam Job Fair Denpasar 2022 diikuti oleh 30 perusahaan.

Dari 30 perusahaan tersebut, jumlah lowongan yang tersedia yakni 6.000 lowongan.

"Dampak dari pandemi Covid-19, banyak pekerja yang dirumahkan dan kena PHK, selain itu munculnya angkatan kerja baru sehingga pengangguran di Kota Denpasar meningkat," kata Jimmy.

Ia mengatakan, untuk angka pengangguran di Denpasar saat ini mencapai 7,02 persen.

Hal ini naik dari sebelum pandemi Covid-19 yang hanya 2,5 persen.

" Job Fair ini akan memberi peluang bagi para pencari kerja saat ekonomi sudah mulai bangkit," katanya.

Adapun perusahaan yang ikut mulai dari sektor pariwisata, kesehatan, perdagangan, dan lainnya.

Dan untuk para peserta dimohon telah menyiapkan berkas yang diperlukan dan salah satunya kartu kuning pencari kerja atau AK/1.

"Selain 30 perusahaan yang terdaftar di Job Fair pada bulan September ini, perusahaan yang belum mendapatkan kuota akan di ikutkan pada event serupa di bulan Oktober 2022," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan angka pengangguran sudah sedikit mengalami penurunan saat pemulihan ini, yang awalnya 7,46 persen menjadi 7,02 persen.

Ia berharap, Job Fair ini mampu menurunkan 5 persen angka pengangguran di Denpasar.

"Dengan kuota 6.000 lowongan pekerja, terpenuhi 30 persennya saja, sudah lumayan menurunkan angka pengangguran jadi 6 persen," katanya.

Jaya Negara juga meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (Disnaker) Kota Denpasar memberi atensi khusus kepada para pekerja-pekerja yang di PHK karena dampak pandemi Covid.

Ia meminta untuk dilakukan pendataan dan diprioritaskan di acara Job Fair yang nanti akan digelar agar mendapatkan pekerjaan kembali sesuai dengan skill nya.

Terkait kerjasama pariwisata yang telah di sepakati antara Pemkot Denpasar dan Pemkot Darwin pada 13 Juni 2022 lalu, pada Job Fair kali ini membuka lowongan kerja perusahaan khususnya sektor pariwisata di Kota Darwin guna memenuhi kekurangan tenaga kerja di kota tersebut.

"Keberadaan Hotel di Kota Darwin yang kekurangan tenaga kerja akan menjadi peluang untuk banyaknya tenaga kerja pariwisata yang kita miliki di Kota Denpasar," kata Jaya Negara.

Jaya Negara mengaku optimis dan berharap dengan adanya Job Fair ini dapat mengentaskan atau setidaknya menjadi solusi dalam penyediaan lapangan kerja.

"Sehingga dapat mengurangi masalah pengangguran di Denpasar dan menjadi salah satu upaya untuk menekan tingkat inflasi di Kota Denpasar," katanya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved