Berita Badung

Kabar Rencana Pembelajaran Daring Saat KTT G20, Disdikpora Badung Akui Belum Terima Arahan Resmi

Kabar Rencana Pembelajaran Daring Saat KTT G20, Disdikpora Badung Akui Belum Terima Arahan Resmi

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Pantauan Kadisdikpora Kota Denpasar ke beberapa sekolah yang melakukan PTM pada, Senin 4 April 2022 

 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah pusat maupun daerah terus melakukan upaya-upaya untuk mensukseskan pelaksanaan KTT G20 pada bulan November 2022 mendatang. Bahkan untuk mensukseskan hal tersebut proses belajar mengajar disekolah khususnya di Bali juga akan dirubah sementara.

Menurut informasi yang didapat, kini beredar kabar bahwa bahwa pembelajaran siswa di sekolah untuk sementara waktu akan menggunakan sistem daring. Sistem pembelajaran ini, sama halnya seperti saat tingginya kasus Covid-19.

Kepala  Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana
Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana (TB/Istimewa)

Nantinya para siswa dan siswi tidak akan datang ke sekolah, namun akan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Meski rencana ini belum pasti, namun pemerintah provinsi Bali sudah menyiapkan hal tersebut.

Kendati demikian untuk di Kabupaten Badung, pemerintah setempat melelui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) belum berani memastikan hal itu. Pasalnya sampai saat ini masih menunggu arahan secara resmi.

Kepala Disdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana mengaku belum mendapatkan arahan tersebut. Menurutnya, arahan secara resmi untuk mengembalikan sistem pembelajaran saat Covid-19 sampai saat ini belum ada.

"Meski, perubahan proses belajar mengajar untuk mendukung adanya pelaksanaan KTT G20 pada 15-16 November 2022 mendatang, namun arahan secara resmi kami belum menerima terkait pembelajaran daring," ujar Dwipayana.

Kendati demikian, mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Badung ini mengaku sudah siap untuk melaksanakan PJJ. Bahkan ia menilai tidak ada persiapan secara spesifik untuk menerapkan pembelajaran daring.

"Kita sudah pernah melaksanakan pembelajaran daring saat Covid-19 kemarin. Jadi sekolah sudah siap untukk melaksanakannya," jelasnya.

Seperti diketahui, PJJ di Kabupaten Badung telah dilaksanakan sejak awal adanya pandemi Covid-19. Bahkan pemberlakuan PJJ ini ditujukan untuk seluruh siswa mulai dari TK/PAUD, SD, hingga SMP. Namun semenjak kasus Covid-19 menurun, pada 1 Oktober 2021 Pemkab Badung kembali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen.

Pelaksanaan PTM ini pun telah mengacu kepada SKB empat Menteri no 04/KB/2020, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor B.31.420/76560/DIKPORA tahun 2021, dan Surat Edaran Bupati Badung Nomor 420/3734/SETDA tahun 2021. Kemudian, berdasarkan hasil evaluasi akhirnya PTM secara 100 persen kembali digelar mulai dari 4 Januari 2022. Hal ini juga sudah sesuai dengan SKB 4 Menteri Nomor 05, dan Surat Kadisdikpora Provinsi Bali No. B.31.420/108453/DIKPORA.

Untuk diketahui, pembelajaran daring bisa dilakukan agar tidak terjadinya kemacetan saat pelaksanaan KTT G20 di Nusa Dua Bali. Bahkan pemerintah provinsi Bali juga juga siap jika melaksanakan PJJ jika dibutuhkan.

"Kalau ada informasi seperti nanti, kami siap, untuk skemanya. Apa di Badung selatan saja apa semua sekolah di Badung," imbuhnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved