Bali United

Bali United Gandeng Apparel 2 Musim Terakhir, Ini Alasan Vice President of Sales & Marketing BU

Dalam dua musim tim terakhir sepak bola kebanggan warga Bali, yakni Bali United memilih menggunakan apparel dalam negeri, setelah musim lalu Mills,

Istimewa
Stiker Bali United Ilija Spasojevic - Spaso meramaikan papan atas Top Skor usai mencetak hattrick di laga Bali United vs Dewa United yang sekaligus jadi kado ulang tahunnya ke 35 tahun ini. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dalam dua musim tim terakhir sepak bola kebanggan warga Bali, yakni Bali United memilih menggunakan apparel dalam negeri, setelah musim lalu Mills, musim ini manajemen menggandeng Specs sebagai apparel resmi klub.

Vice President of Sales & Marketing Bali United FC, Deasy Nathalia menjelaskan, salah satu alasan Bali United bekerjasama dengan apparel karena situasi pandemic COVID-19 yang berdampak pada penjualan marchendise dan ticketing.

“Secara garis besar sebenarnya dari klub sepak bola di Indonesia paling besar pendapatannya dari sponsor, utamanya, terus kami didukung sama merchandise, ticketing segala macam, memang melihat 2 tahun belakangan ini pariwisata turun, offline tutup, tidak ada yang datang ke stadion otomatis marchendise dan ticketing turun, makanya kenapa akhirnya kami putuskan pakai apparel salah satunya itu dari sebab-sebab yang lain,” ujar Deasy keppada Tribun Bali, pada Rabu 21 September 2022.

Salah satu dampaknya adalah harga jersey yang sedikit melonjak, manajemen Bali United mengaku sudah mengantisipasi hal itu, dan kembali lagi dijelaskan Deasy, sponsorship yang menjadi pendapatan utama klub menutup sepinya penjualan marchendise dan tiket 2 tahun belakangan.

“Sebenarnya kami dengan apparel sempat diskusi panjang, nego harga segala macam, cuma namanya membawa brand dia udah pasti ada kenaikan harga dibanding tadinya nggak ada. Tapi itu kami menjual satu slot lagi yang tadinya kami tidak jual, jadi kan itu tambahan pemasukan sponsorship ke kami, mengisi bagian tidak ada tiket, marchendise sepi,” tuturnya.

Dengan menggandeng apparel dalam negeri tersebut, jumlah penonton yang saat ini masih belum sebanyak tahun 2019 lalu pun, meski memberi dampak namun tidak begitu serius karena sudah tertutup sponsorship. Di mana tahun 2019 lalu rata-rata penonton mencapai 16-18 ribu penonton dan puncaknya 20 ribu penonton saat laga puncak. Sedangkan musim ini jumlah penonton rata-rata masih berkisar 6 – 10 ribu penonton.

“Dampaknya cukup berasa, balik lagi, kami pendapatan utama dari sponsor, jadi kalau ticketing segala macam, kalau ticketing supporter kan butuh hiburan, yang penting cukup buat nutup biaya pertandingan. Saat ini kami ada sekitar 16-18 sponsor, tidak ada penurunan sponsor dari musim lalu,” pungkasnya.

Melansir laman resmi klub, Menyambut musim yang baru, Bali United resmi memperkenalkan Specs sebagai apparel jersey Bali United untuk musim 2022/2023.

Apparel ini digunakan pada jersey tanding skuad Serdadu Tridatu di ajang kompetisi musim ini. Selain itu, digunakan juga pada jersey Bali United Youth dan Bali United Women.

Specs adalah perusahaan perlengkapan olahraga asal Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1980.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved