Berita Bali

Korban Meninggal Kompor Ngaben Gianyar Bertambah Lagi, Total 4 Orang

Korban meninggal akibat ledakan kompor Ngaben masal di Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar kembali bertambah satu orang.

Tribun Bali/Wahyuni Sari
Dewa Ketut Kresna selaku Kasubag Humas RSUP Prof Ngoerah ketika ditemui pada, Selasa 21 September 2022 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Korban meninggal akibat ledakan kompor Ngaben masal di Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar kembali bertambah satu orang.

Adalah, I Ketut Wiranata (32) yang sempat mendapatkan penanganan di RSUP Prof Ngoerah selama kurang lebih hampir 1 bulan lamanya di Ruangan ICU Luka Bakar.

Ketika dikonfirmasi, Dewa Ketut Kresna selaku Kasubag Humas RSUP Prof Ngoerah membenarkan hal tersebut.

Dewa Ketut Kresna selaku Kasubag Humas RSUP Prof Ngoerah ketika ditemui pada, Selasa 21 September 2022
Dewa Ketut Kresna selaku Kasubag Humas RSUP Prof Ngoerah ketika ditemui pada, Selasa 21 September 2022 (Tribun Bali/Wahyuni Sari)

“Ya atas nama I Ketut Wiranata (korban meninggal kompor ngaben meledak di Gianyar). Kami Mengucapkan turut berduka cita kemarin (Senin 20 September 2022) meninggalnya pukul 20.15 sore,” kata, Dewa.

Lebih lanjutnya ia menerangkan, kondisi pasien sebelum meninggal semenjak dua hari yang lalu memburuk Hemoglobin (Hb) pasien sempat menurun sampai 5,8 dan mengalami hipotermia hingga 40 derajat. Wiranta sendiri sebelumnya usai dioperasi Luka Bakar dan diberikan ventilator atau alat bantu pernafasan.

“Total yang meninggal sudah 4 dari 6 pasien luka bakar. Sisa dua orang lagi masih dirawat di Rumah Sakit. Kondisi Wiranta sempat membaik tapi setelah operasi memburuk. Sebelumnya sempat komunikasi dengan keluarga tapi terbatas,” imbuhnya.

Kini jenazah Wiranata sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sementara dua pasien sisanya yakni I Gusti Made Budiarta (49) dan I Gusti Ngurah Pradita (11) kondisinya masih stabil dan pada kemarin tanggal 11 dan 16 September sudah dilakukan operasi. Untuk asupan nutrisinya, Kata Dewa juga sudah membaik saat ini masih dalam perawatan luka.

“Nanti lihat perkembangan lain lukanya (untuk prosedur operasi lagi). Untuk Budiarta secara umum kondisiny membaik, namun suhu tubuhnya masih agak naik turun sempat mengalami demam tinggi dan diberi infus,” tutupnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved