Berita Gianyar

Polisi Kesulitan Periksa Kolok, ODGJ Pembunuh Ibu Tiri di Gianyar Susah Berkomunikasi

ODGJ Pembunuh Ibu Tiri di Gianyar Susah Berkomunikasi, tidak pernah mengenyam pendidikan khusus

Istimewa
Anggota Polsek Kota Singaraja menangkap Kolok, pelaku terduga pembunuhan ibu tirinya, asal Gianyar Senin 19 September 2022 - Polisi Kesulitan Periksa Kolok, ODGJ Pembunuh Ibu Tiri di Gianyar Susah Berkomunikasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penyelesaian kasus pembunuhan yang dilakukan I Wayan Agus Arnawa (25) alias Kolok cukup rumit.

Sebab, selain mengalami riwayat gangguan kejiwaan, pria asal Banjar Marga Tengah, Desa Kerta, Payangan, Gianyar, Bali itu juga tunawicara.

Tak hanya itu, karena ia tidak pernah mengenyam pendidikan khusus, penerjemah tunawicara juga tak bisa berkomunikasi dengan Kolok.

Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya mengatakan, pihaknya hampir tak mendapatkan keterangan sedikit pun dari pemeriksaan terhadap pelaku.

Baca juga: Polisi Kesulitan, Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu Tiri di Gianyar Ternyata ODGJ dan Tunawicara

"Terus terang saja, kelimpungan memeriksanya. Diajak komunikasi sulit, dan kami pun tidak mengerti apa pun isyarat dia, karena dia tidak sekolah,” ucapnya, Selasa 20 September 2022.

Seorang guru sekolah luar biasa (SLB) yang sempat didatangkan untuk menerjemahkan bahasa tubuh Kolok pun menyerah.

“Guru SLB sebagai penerjemah juga sulit. Sementara kami di kepolisian butuh penerjemah yang terkualifikasi selama proses pemeriksaan ini,” tandasnya.

Meski demikian, AKP Agus Ady menegaskan, pihaknya belum menyerah dalam menyelesaikan kasus ini.

Pihaknya akan mengandalkan orangtua pelaku untuk menerjemahkan bahasa Kolok.

“Sebenarnya ayahnya saja yang bisa menerjemahkan. Cuma sesuai prosedur pemeriksaan, tetap harus ada penerjemah terkualifikasi. Karena itu, kami akan sertakan juga ayahnya untuk turut menjelaskan setiap isyarat yang disampaikan pelaku, saat ditanyai penyidik,” ujarnya.

Terkait kondisi Kolok saat ini, AKP Agus Ady mengatakan, ia masih dirawat di RSJ Bangli.

Kemungkinan ia di sana selama 14 hari. Dan, kondisinya saat ini cukup stabil.

“Sekarang kami tinggal menunggu hasil pemeriksaannya. Kalau memang pelaku mengalami gangguan kejiwaan, tentu proses hukumnya akan dihentikan sementara, sampai proses pengobatannya selesai,” tandasnya.

Pihak dokter di RSJ Bali masih berupaya menggali informasi, ihwal pemicu pria 25 tahun itu melakukan pembunuhan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved