Berita Bangli

Sudah Tiga Pekan Alat CT Scan RSU Bangli Rusak

Alat Computerized Tomography (CT) Scan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli mengalami kerusakan sejak tiga pekan terkahir.

Tribun Bali/Fredy
Rusak - alat CT scan di RSU Bangli yang mengalami kerusakan sejak tiga pekan belakangan. Rabu (21/9/2022) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Alat Computerized Tomography (CT) Scan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli mengalami kerusakan sejak tiga pekan terkahir.

Alhasil pasien yang membutuhkan alat ini terpaksa dirujuk ke kabupaten tetangga.

Wadir Sarana Prasarana RSU Bangli, I Wayan Pariasta tidak memungkiri ihwal kerusakan alat CT scan ini. Ia mengatakan kerusakan alat diketahui sejak 1 September 2022.

"Alat ini merupakan kerjasama dengan rekanan. Kami telah melaporkan kerusakan ini, dan tim teknisi dari pihak rekanan sudah melakukan pemeriksaan pada tanggal 16 September," ujarnya Rabu 21 September 2022. 

Rusak - alat CT scan di RSU Bangli yang mengalami kerusakan sejak tiga pekan belakangan. Rabu (21/9/2022)
Rusak - alat CT scan di RSU Bangli yang mengalami kerusakan sejak tiga pekan belakangan. Rabu (21/9/2022) (Tribun Bali/Fredy)

Dari hasil pemeriksaan teknisi, diketahui kerusakan berasal dari tabung alat radiasi yang ada di alat CT scan. Kendati telah diketahui kerusakannya, Pariasta mengaku belum bisa memastikan berapa estimasi waktu perbaikan. "Sekarang masih dilaporkan ke perusahaannya. Soal berapa estimasi waktu perbaikan, itu belum ada feedbacknya. Karena alat tabung radiasi itu didatangkan dari luar negeri," ucapnya.

Tindak lanjut dari kerusakan alat ini, pihak RSU Bangli memberlakukan rujukan parsial bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan dengan CT scan. Rujukan ini mengarah ke rumah sakit tetangga yang telah memiliki kerjasama dengan RSU Bangli. Seperti misalnya di Klungkung atau Gianyar.

"Rujukan parsial artinya, pasien hanya dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dengan CT scan saja. Sedangkan perawatannya tetap di RSU Bangli. Butuh waktu kurang lebih 1 jam untuk rujukan pasien ini. Tentunya sebelum memutuskan rujukan parsial, kami melihat kondisi pasien. Jika pasiennya kurang stabil, tidak menutup kemungkinan dilakukan rujukan permanen," jelasnya.

Diakui Pariasta, fasilitas alat CT scan di RSU Bangli cukup sering dimanfaatkan. Dalam sehari rata-rata ada 10 hingga 20 pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan alat ini. "Secara umum CT scan ini mirip dengan rontgen. Bedanya, alat ini mampu menunjukkan gambar yang lebih detail. Mengingat CT scan yang ada di RSU Bangli mampu mengambil gambar 16 slice. Biasanya alat CT scan ini digunakan untuk pemeriksaan bagian kepala. Seperti cidera kepala sedang hingga berat," ungkapnya.


Sudah beberapa kali rusak.

Kerusakan alat CT scan di RSU Bangli bukanlah hal baru. Pada tahun 2019 di bulan September, CT scan di RSU Bangli juga mengalami kerusakan. Hingga akhirnya pada tahun 2020, alat tersebut diganti dan telah beroperasi selama 1,5 tahun hingga saat ini.

Wadir Sarana Prasarana RSU Bangli, I Wayan Pariasta saat ditanya soal pembelian alat baru mengungkapkan beberapa alasan. Pertama yakni soal biayanya yang sangat mahal. Di mana satu unit alat CT scan harganya sekitar Rp 12 miliar. "Itu baru harga alatnya. Alasan kedua adalah biaya maintenance (pemeliharaan). Kita perlu menyediakan anggaran 10 persen dari harga alat atau sekitar Rp 1,2 miliar per tahun," ungkapnya.

Oleh sebab itu pihak RSU Bangli lebih memilih untuk menjalin kerjasama operasional (KSO) dengan pihak rekanan. Karena selain tidak perlu membeli alat baru, biaya pemeliharaan juga akan ditanggung oleh pihak rekanan.

"Sistemnya bagi hasil per pasien. 35 persen untuk RSU Bangli, dan 65 persen untuk pihak rekanan. Dalam KSO itu ada klausul, yang mana kalau kerusakan diakibatkan oleh mesin seperti yang terjadi saat ini, maka ditanggung oleh rekanan. Sedangkan jika kerusakan akibat human error, maka beda lagi hitung-hitungannya. Untuk KSO ini, hampir sebagian besar rumah sakit pemerintah menjalin kerjasama dengan rekanan penyedia alat CT scan," sebutnya. (mer)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved