Berita Buleleng

125 Sopir Angkutan Akan Diberi Bantuan Rp 150 Ribu Selama Tiga Bulan

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, dikonfirmasi Kamis (22/9/2022) mengatakan, bantuan ini akan diberikan kepada 125 orang sopir.

Tribun Bali/Ratu Ayu
Pemkab Buleleng juga akan memberikan BLT, untuk para sopir angkutan kota dan perdesaan, melalui APBD. Bantuan akan diberikan selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober hingga Desember 2022. Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, dikonfirmasi Kamis (22/9/2022) mengatakan, bantuan ini akan diberikan kepada 125 orang sopir. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Selain memberikan Bantuan Langsung Tunai ( BLT), untuk para nelayan.

Pemkab Buleleng juga akan memberikan BLT, untuk para sopir angkutan kota dan perdesaan, melalui APBD.

Bantuan akan diberikan selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober hingga Desember 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, dikonfirmasi Kamis (22/9/2022) mengatakan, bantuan ini akan diberikan kepada 125 orang sopir.

Terdiri dari 60 orang sopir angkutan kota, dan 65 orang sopir angkutan perdesaan.

Masing-masing sopir nantinya mendapatkan bantuan sebesar Rp 150 ribu per bulan.

Baca juga: 1055 Pelaku UMKM di Klungkung Diusulkan Terima BLT, Pelaku UMKM: Harus Adil dan Merata

Baca juga: BSU Rp600 Ribu Tahun 2022 Belum Cair? Simak Alasannya Di Sini!

Pemkab Buleleng juga akan memberikan BLT, untuk para sopir angkutan kota dan perdesaan, melalui APBD.

Bantuan akan diberikan selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober hingga Desember 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, dikonfirmasi Kamis (22/9/2022) mengatakan, bantuan ini akan diberikan kepada 125 orang sopir.
Pemkab Buleleng juga akan memberikan BLT, untuk para sopir angkutan kota dan perdesaan, melalui APBD. Bantuan akan diberikan selama tiga bulan, terhitung mulai Oktober hingga Desember 2022. Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, dikonfirmasi Kamis (22/9/2022) mengatakan, bantuan ini akan diberikan kepada 125 orang sopir. (Tribun Bali/Ratu Ayu)

Data penerima bantuan ini dikatakan Gunawan, didapatkan atas hasil survei pihaknya di lapangan.

Serta koordinasi dengan Dinas Sosial Buleleng.

Di mana, survei dilakukan untuk memastikan sopir yang menerima bantuan masih aktif bekerja, rutin melalukan uji kir, serta STNK dan SIM masih aktif.

"Kami konfirmasi juga ke dinas sosial, apakah sopir ini sudah mendapatkan bantuan program dari Kementerian Sosial atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved