Berita Denpasar

Komisi II DPRD Bali Usahakan Pengiriman Sapi Antar Pulau Tak Perlu Divaksin PMK

Komisi II DPRD Bali Usahakan Pengiriman Sapi Antar Pulau Tak Perlu Divaksin PMK

Istimewa
Pelaksanaan vaksin PMK di Padangsambian Denpasar - Cegah Wabah PMK, 32 Ekor Sapi di Kelurahan Padangsambian Denpasar Diberikan Vaksin PMK 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Komisi II DPRD Provinsi Bali kini tengah berupaya agar perdagangan sapi sama seperti babi yang tidak diharuskan untuk dilakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ketika dikonfirmasi, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi, menerangkan untuk lalulintas sapi tengah diperjuangkan pihaknya. Selaku komisi yang membidangi perekonomian, Kresna Budi juga berharap agar peternak sapi dapat menyampaikan aspirasinya langsung.

“Untuk sapi, itu nanti kita perjuangkan habis vaksinasi pertama selesai. Karena kan dua kali itu vaksinasi, orang pelihara sapi prosesnya agak lama. Sedang kita perjuangkan,” katanya pada, Kamis 22 September 2022. 

Meski memang bidangnya di Komisi II, Politisi Partai Golkar ini pun berharap agar peternak sapi berkumpul atau perwakilan menyampaikan apa yang diharapkan. Sehingga ketika akan bersurat atau bertemu dengan orang pusat, Komisi II memiliki dasar apa yang diharapkan oleh peternak sapi di Bali. Selain memang menggenjot vaksinasi tersebut.

“Peternak sapi yang belum ada yang kumpul ini. Peternak sapi paling tidak kumpul dulu ke DPR mengajukan, ini yang belum.  Harapan kita peternak ini datang ke DPR menyampaikan aspirasinya,” tambahnya. 

Dalam kesempatan tersebut, dia pun mengatakan membuka pintu untuk peternak sapi apa saja yang ingin disampaikan ke pemerintah. Supaya dia kawal sampai harapan dari peternak ini direalisasikan.

“Kalau tidak ada di kantor, bisa di rumah anggota dewan lah bertemu. Selaku wakil rakyat terbuka semua, itu yang kita harapkan. Supaya maksud dan keinginan mereka seperti apa, kita tahu dengan jelas. Paling tidak dapat bertemu lah,” tegas dia.

Sementara pada Senin lalu, Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertanian kepada ratusan peternak sapi yang terdampak PMK. Terutama  yang sudah dipotong bersyarat. Bantuan berupa uang tunai tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra setelah menerima dari Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian Syamsul Maarif bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Kementerian Pertanian sudah merealisasikan janjinya dengan memberikan bantuan kepada sekitar 412 peternak yang sudah setuju untuk memotong sapi mereka dengan bersyarat sesuai program pemerintah pusat. Setiap sapi yang dipotong bersyarat dibayar oleh pemerintah itu dikabarkan sebesar Rp10 juta rupiah.

Jumlah sapi 412 ekor  itu dimiliki oleh 150 peternak. Sebanyak 139 ekor sapi yang dimiliki oleh 64 peternak dari Denpasar, Gianyar, Jembrana, Klungkung dan Tabanan. Sementara sisa bantuan untuk sekitar 273 ekor sapi yang dimiliki oleh 86 peternak dari Badung dan Buleleng. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved