Berita Bali

Pertama Kali Kejurda Tinju Junior di Bali, Momentum Tinju Masuk Cabang Olahraga Pendidikan

Kejuaraan Daerah Tinju Junior Piala Gubernur Bali 2022 bersama Persatuan Tinju Amatir Provinsi Bali untuk membangkitkan gairah olahraga tinju di Bali.

Tribun Bali/Adrian
Kejurda Tinju Junior di Lapangan Timur Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali, pada Kamis 22 Setember 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pertama kali digelar Kejuaraan Daerah Tinju Junior Piala Gubernur Bali 2022 sebagai bagian dari seleksi daerah Pra-Popnas bentuk keseriusan Pemerintah bersama Pertina (Persatuan Tinju Amatir) Provinsi Bali membangkitkan gairah olahraga tinju di Bali.

Sasana Kejurda Junior Piala Gubernur Bali digelar di area terbuka Lapangan Timur Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali, selama 3 hari dari Kamis 22 September 2022 hingga Sabtu 24 September 2022 diikuti sebanyak 101 pe tinju junior dari seluruh Provinsi Bali.

Terdapat 3 kategori yang dipertandingkan, yakni kategori Kadet, kategori Junior dan Kategori Elit Pemula. Ketua Pertina Bali, Made Muliawan Aria alias De Gadjah menjelaskan, selain untuk pembinaan usia dini, Kejurda ini diselenggarakan ditempat terbuka untuk sarana sarana membangkitkan gairah olahraga tinju di Bali.

“Ini kejurda junior pertama kali di Bali Selekda Pra Popnas dan persiapan Porprov di tempat terbuka untuk mengenalkan dan membangkitkan tinju, bahwa tinju bukan olahraga keras tapi juga fun, bisa dilakukan anak-anak, dan wanita dan bisa menjadi olahraga lifestyle, mulai usia dini kami bina supaya kedepanya menjadi jawara nasional maupun innternasional dari Bali,” kata De Gadjah dijumpai Tribun Bali di sela kegiatan.

De Gadjah bercita-cita membangkitkan kekuatan tinju Bali seperti era 80’an. Pertina Bali juga telah berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk menyiapkan item-item Porsenijar dan ekstrakulikuler tinju di sekolah-sekolah di Bali.

Bali juga bakal memiliki sasana tinju terbesar di Indonesia tahun 2023 mendatang sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur olahraga tinju di Bali dan mendulang atlet-atlet berprestasi sehingga Bali mampu mengoleksi lebih banyak raihan emas tinju di ajang kejuaraan nasional maupun internasional.

“Porsenijar kami diskusi Kadisdikpora tahun depan menggelar eksebishi tinju tahap SMA ke SD, benar benar data dulu atlet kami gaungkan ada porsenijar, karena tinju harus latihan minimal setahun,” ungkapnya

Dari sisi kepelatihan ia juga memastikan, tidak kekurangan pelatih karena banyak pe tinju senior atau elit yang melatih para junior, bahkan pihaknya juga bakal membuka latihan secara gratis bagi keluarga yang kurang mampu.

“Adanya kejurda junior ini kami berharap melahirkan bibit unggul sebagai bagian regenerasi  agar berjalan dengan baik dan tinju Bali bisa bangkit,” tutur dia.

Baca juga: Kedalaman Skuad Bali United Moncer, Coach Teco Selalu Punya Solusi Meski Tim Tak Pernah Lengkap

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan berkaitan dengan tinju sebagai olahraga pendidikan menekankan ada standarisasi, pengetahuan wasit hingga panitia penyelenggara dan mementingkan keamanan atlet.

“Ini merupakan bentuk sinergitas untuk prestasi di bidang tinju, karena tidak ada atlet berprestasi yang tanpa proses, dari sini disampaikan bahwa cabang olahraga tinju bukan olahraha keras membahayakan, paling pemting mendisiplinkan karakter kuat generasi muda cabor, adanya wadah olahraha tinju, dengan catatan standarisasi harus dilaksankaan, keamanan atlet diutamakan, keamanan lebih bagus dari juara, tentu targetnya sebagai atlet juga mendapatkan emas di setiap kejuaraan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Ketut Ngurah Boy Jaya Wibawa menyampaikan Pemprov Bali telah berkomitmen untuk menjadikan cabang olahraga tinju menjadi bagian dari olahraga pendidikan sebagai bagian dari pembinaan atlet dari usia dini.

“Bali pernah ada Pe tinju bersinar tahun 80 an membawa harum nama Bali dikancah nasional internaisonal. Kejurda seperti ini angina segar diharapkan berjenjang dan berkelanjutan untuk menjaring atlet, muncul bibit-bibit potensi dari kelompok umur dari 9 kabupaten/kota di Bali karena cabor Tinju ditampilkan dalam Porsenijar, ke jenjang pekan olahraga wilayah atau popnas. Kepentingannya kalender olahraga tinju kalangan pelajar, olahraga tinju di pendidikan sekarang ada,” ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved