Berita Bali

13 Korban Melapor ke Polda Bali Soal Penipuan Calon PMI, DAF Rugi Rp25 Juta

13 korban melapor ke Polda Bali terkait dugaan kasus penipuan calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol Surawan (kiri) dan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto (kanan) dalam sebuah acara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 13 korban melapor ke Polda Bali terkait dugaan kasus penipuan calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Polda Bali rencanakan memanggil perwakilan PT yang terlibat dalam dugaan kasus penipuan tersebut.


Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto kepada Tribun Bali pada Sabtu 24 September 2022.


Selain memanggil pihak PT yang bersangkutan, Polda Bali juga rencanakan memanggil para korban dan juga para saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca juga: PMI Meninggal Dunia di Dubai, Wayan Suyanti Dikenal Sosok Perhatian Dengan Orang Tua


“Pelapor dan saksi - saksi akan dimintai keterangan dulu, juga dari pihak PT,” jelas Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Satake Bayu saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon pada Sabtu 24 September 2022.

Ditanya soal waktu pemanggilan pihak-pihak yang terlibat, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menuturkan, akan berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Bali.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kabid Humas Polda Bali, sebanyak 13 korban telah melapor ke Polda Bali.

Laporan terbaru, dilaporkan oleh DAF yang sekaligus menjadi korban kasus dugaan penipuan calon PMI. DAF melapor ke Polda Bali pada 15 September 2022.


DAF melapor ke Polda Bali dibarengi oleh rekannya, YD yang juga turut menjadi korban.

Kejadian bermula ketika DAF mendapat informasi mengenai bukaan lapangan pekerjaan untuk bekerja di luar negeri yang diselenggarakan oleh PT. MAG pada Juli 2020 lalu.

Baca juga: ADA Dugaan WNA Ikut Andil, Dalam Penipuan 350 Calon PMI Bali, Kemenaker Periksa PT Terkait

Tertarik dengan prospek kerja tersebut, DAF kemudian mendaftar dan membayar biaya adminitrasi sebesar 25.000.000 rupiah kepada PT. MAG pada 13 Agustus 2020.


DAF dan peserta lainnya sempat mengikuti kegiatan pelatihan di sebuah kampus swasta di Bali.

Lebih lanjut, DAF dan peserta lainnya dijanjikan akan diberangkatkan pada Agustus 2021.


Keberangkatan DAF ke luar negeri tertunda, lantaran PT. MAG beralasan kasus covid-19 di Jepang tengah meningkat.

DAF kembali dijanjikan untuk diberangkatkan ke Jepang pada Januari 2022 oleh PT. MAG. Sayangnya, janji tersebut tak kunjung direalisasikan hingga saat ini.

Berdasarkan kasus dugaan penipuan tersebut, DAF mengalami kerugian sebesar 25.000.000 rupiah. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved