Breaking News:

Konflik Rusia vs Ukraina

Ramai di Medsos Cara Melarikan Diri dari Rusia, Hingga Banyak Warga Mosckow Ingin Kabur, Ada Apa?

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengumumkan mobilisasi parsial di seluruh jagat Rusia.

ALEXANDER NEMENOV / AFP
Petugas polisi menahan seorang wanita di Moskow pada 21 September 2022, menyusul seruan untuk memprotes mobilisasi parsial yang diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin. Presiden Vladimir Putin memanggil tentara cadangan Rusia pada 21 September, mengatakan janjinya untuk menggunakan semua sarana militer di Ukraina "bukan gertakan," dan mengisyaratkan bahwa Moskow siap untuk menggunakan senjata nuklir. Seruan mobilisasinya datang ketika wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow bersiap untuk mengadakan referendum. 

TRIBUN-BALI.COMRamai di Medsos Cara Melarikan Diri dari Rusia, Hingga Banyak Warga Mosckow Ingin Kabur, Ada Apa?

Presiden Rusia, Vladimir Putin telah mengumumkan mobilisasi parsial di seluruh jagat Rusia.

Hal tersebut pun membuat tumpukan massa yang ingin meninggal Negeri Beruang Merah julukan Rusia semakin meninggkat.

Akibat penerapan mobilisasi parsial sejak pertama kali diterapkan pada Perang Dunia Kedua itu membuat kegaduhan bagi masyarakat Rusia.

Orang-orang pun berbondong-bondng untuk meninggalkan Rusia.

Bahkan, banyak kalangan remaja yang memasuki usia wajib militer buru-buru pergi meninggalkan Moskow.

Ada Antrian Kabur

Lebih lanjut, akibat hal tersebut antrean panjang kendaraan terus terbentuk di penyeberangan perbatasan Rusia pada hari kedua mobilisasi militer Vladimir Putin.

Bahkan beberapa orang menunggu lebih dari 24 jam karena para pemimpin barat tidak setuju apakah Eropa harus menyambut mereka yang melarikan diri dari panggilan untuk berperang di Ukraina.

Seorang saksi mata di perbatasan dengan Georgia, mengatakan beberapa pria terpaksa menggunakan sepeda dan skuter untuk melewati antrean panjang kemacetan lalu lintas.

Seorang tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, ketika pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang di tetangga Rusia.
Seorang tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, ketika pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang di tetangga Rusia. (AFP/ALEXANDER NEMENOV)

Diketahui Georgia merupakan rute populer yang digunakan oleh orang Rusia untuk meninggalkan negara tersebut, dikutip dari The Guardian, Jumat 23 September 2022.

Baca juga: Bule Rusia Ditemukan Tewas di Ubud, Terdapat Luka Lebam di Kepala Belakang Korban

“Saya sudah menunggu di mobil saya sejak Kamis sore,” kata Anton, yang menolak menyebutkan nama keluarganya atau nama belakangnya karena khawatir akan mempersulit perjalanannya.

“Semua orang khawatir bahwa perbatasan akan ditutup pada saat kita mendekatinya,” tambahnya.

Biasanya, penyeberangan perbatasan yang sepi ke Kazakhstan dan Mongolia, juga telah diliputi oleh gelombang tiba-tiba orang Rusia yang mencari jalan keluar.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved