Berita Badung

WNA Asal Canada Jadi Korban Bunuh Diri di Sebuah Villa di Seminyak

Seorang WNA asal Canada menjadi korban sekaligus pelaku bunuh diri, Sabtu 24 September 2022.

TB/Istimewa
Seorang WNA asal Canada menjadi korban sekaligus pelaku bunuh diri, Sabtu 24 September 2022. 

Berita atau artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasakan tanda-tanda depresi dan memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Anda juga bisa simak hotline https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

TRIBUN-BALI.COM -  Seorang WNA asal Canada menjadi korban sekaligus pelaku bunuh diri, Sabtu 24 September 2022.

Pira dengan inisial IDL (58) ditemukan telah dalam keadaan meninggal dunia didalam kolam renang pukul 11.45 Wita di sebuah Villa daerah Seminyak, Kuta, Badung.

WNA tersebut bersama seorang temannya diketahui sudah cek in di Villa terkait sejak tanggal 12 September 2022 dan berencana cek out pada tanggal 13 Oktober 2022 mendatang namun naasnya ia memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Kronologi kejadian berawal dari Komang Arief Tri Sanjaya selaku sopir travel datang kesbuah villa yang ditinggali oleh korban dan temannya untuk tour.

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (kompas.com)

“saksi pun mengetuk pintu Villa namun tidak ada kabar atau membukakan pintu.

Karena tidak ada respon dari dalam Villa kemudian saksi membersihkan kaca mobil,

dan 5 menit kemudian saksi 1 kembali mengetuk pintu dan dibuka oleh teman korban yakni Tasha Anita Ripley,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Bali

Komang Arief pun menyakan keberadan korban pada Tasha Anita namun ia mengaku tidak mengatahui keberadaan temanya tersebut.

“Mereka pun berusaha mencari korban di sekitar Villa dan korban akhirnya ditemukan oleh temannya di dasar kolam renang dengan kedalaman kurang lebih 160 cm,” terangnya

Mereka pun turun kedalam kolam untuk mengangkat korban dan diletakkan dipinggir kolam renang.

Dan melaporkan hal ini kepada aparat yang berwajib.

Belakangan diketahui bahwa korban telah menderita penyakit parkinson sejak 15 tahun lalu dan sekitar 4 tahun lalu, penyakit korban semakin parah.

Hal ini menjadi dugaan penyebab ia nekad mengakihiri hidupnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved