Berita Badung

Modus Penipuan Kirim Bukti Transfer Palsu Terajadi di Kuta, Pemilik Rumah Makan Rugi Jutaan Rupiah

Kini modus penipuan ini menimpa sebuah rumah makan yang beralamat di Jalan Raya Kuta no. 2, Kecamatan Kuta, Badung, Bali.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan via Tribunnews
Ilustrasi Penipuan - 

TRIBUN-BALI.COM-Denpasar, Penipuan dengan modus pengiriman bukti transfer palsu kembali terjadi.

Kini modus penipuan ini menimpa sebuah rumah makan yang beralamat di Jalan Raya Kuta no. 2, Kecamatan Kuta, Badung, Bali.

Rumah makan ini diketahui baru saja menggelar soft openingnya pada Selasa, 30 Agustus 2022 lalu.

Hari Paramuda (34) selaku pemilik rumah maka saat ditemui Tribun Bali di lokasi pada Sabtu, 24 September 2022 malam kemarin, membenarkan hal ini menimpa usahanya.

Ia menjelaskan bahwa pada hari Sabtu, 24 September 2022 sekitar pukul 07.00 WITA pagi rekannya yakni Rizky Wijaya menerima orderan melalui telepon WhatsApp dari seorang driver travel.

Diriver travel yang katanya berinisial IKS ini berencana untuk mengajak para tamunya, untuk makan dirumah makan Kuta Seafood pukul 12.00 WITA.

“Kami suruh tim kitchen untuk mempersiapkan makanan yang sudah driver travel itu pesan dengan total pembayaran sebanyak Rp. 4.770.100,” terang Rizky

Namun beberapa lama kemudian IKS kembali menelpon, dengan meminta makanan yang ia pesan untuk di take away saja.

Ia beralasan tamu yang ia ajak sudah memiliki rencana untuk pergi. Orderan pun yang sebelumnya diminta untuk dine ini menjadi take away.

“Saya setujui, tapi saya minta untuk menyelesaikan pembayaraannya terlebih dahulu. Saya kirimkan billnya,” ucap Rizky

Setelah itu yang bersangutan pun mengirimkan bukti transfer dan mengatakan bahwa nantinya makanan akan dijemput oleh salah satu diriver ojek online yang sudah IKS pesan.

Karena Rumah Makan Kuta Seafood memiliki kebijakan untuk memberikan fee sebesar 25 persen kepada driver yang mengajak tamu untuk makan ditempatnya maka IKS menuntut untuk fee tersebut.

“Ia meminta fee 25% tersebut dan diminta untuk memberikannya kepada salah satu driver ojek online yang nantinya mengirm makanan,

Karena kami tidak ada cash kami sarankan untuk fee tersebut kami kirimkan saja. Ia pun setuju.”paparnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved