Berita Jembrana

Pelonggaran Kebijakan Terkait PMK, Babi Bisi Dikirim ke Luar Bali Namun Wajib Uji ASF

Pengiriman Babi Wajib Uji ASF *Belum Ada Pengiriman Ternak Keluar Bali Via Pelabuhan Gilimanuk

Istimewa
Ilustrasi - 4 Arti Mimpi Babi, Melambangkan Perasaan Malu hingga Kemakmuran 

NEGARA, TRIBUN BALI - Kelonggaran kebijakan terkait penyakit mulut dan kuku ( PMK) akhirnya dilaksanakan.

Hanya saja, untuk sementara yang boleh dikirim keluar Bali adalah babi dan sapi siap potong dengan syarat dalam keadaan sehat. Hingga kini, belum ada lalulintas ternak melewati Pelabuhan Gilimanuk.

Sebab, para peternak dikatakan masih menunggu seluruh persyaratan lengkap. Khusus babi, harus menyertakan hasil uji lab bebas ASF.

Penanggungjawab Karantina Pertanian Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, I Nyoman Ludra menjelaskan, sesuai dengan surat bernomor 104/SatgasPMK/IX/2022 tentang lalulintas hewan ternak keluar Bali, hanya babi dan sapi siap potong yang diizinkan dikirim. Itupun dengan syarat yang ketat.

Ilustrasi - 4 Arti Mimpi Babi, Melambangkan Perasaan Malu hingga Kemakmuran
Ilustrasi - 4 Arti Mimpi Babi, Melambangkan Perasaan Malu hingga Kemakmuran (Istimewa)

"Boleh keluar dengan syarat. Itu hanya babi dan sapi, tidak bibit. Ketika sampai ditujuan langsung dipotong di RPH setempat," jelas Nyoman Ludra saat dikonfirmasi, Minggu 25 September 2022 malam.

Dia menegaskan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Seperti, biosecurity yang menjadi hal wajib.

Kemudian ada surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal, serta izin angkut.

Seluruh persyaratan itu nantinya untuk memperoleh dokumen atau sertifikat kesehatan dari karantina.

"Jadi semua dokumen itu nantinya dilengkapi agar mendapatkan sertifikat kesehatan dari karantina," tegasnya sembari menyebutkan nantinya dinas terkait di masing-masing daerah akan menyertakan bahwa hewan ternak yang dimaksud dikirim dari daerah yang tidak ditemukan kasus PMK.

Dan khusus untuk babi, kata dia, harus menyertakan surat keterangan bebas ASF. Artinya, peternak harus melakukan uji ASF di BAlai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) berlokasi di Jakarta dengan hasil negatif.

Kemudian nantinya pihak karantina juga akan menerbitkan surat keterangan atau pernyataan bahwa babi tersebut sudah dikarantina di kandangnya selama 14 hari atau lebih.

"Tapi di lapangan sebagian besar peternak sudah melakukan karantina lebih dari waktu tersebut (14 hari)," sebutnya.

Nyoman Ludra menyatakan, surat edaran terakhir ini juga menyebutkan jika nantinya Bali kembali menemukan kasus PMK, kebijakan ini akan dikembalikan. Artinya, pengiriman hewan ternak kembali dibatasi kembali.

"Sesuai surat Ketua Satgas PMK, sekarang kita masih zona hijau, tapi jika ada kasus akan ditutup kembali pengirimannya (keluar Bali)," tegasnya.

Disinggung mengenai jumlah pengiriman hewan ternak khususnya babi yang sudah mulai sejak awal September, Ludra menegaskan masih belum ada pengiriman hewan ternak babi ke luar Bali. Sebab, para peternak masih menunggu kelengkapan persyaratan yang dimaksud, terutama karantina 14 hari serta uji ASF tersebut.

"Untuk sementara belum ada pengiriman hewan ternak potong hingga sekarang. Meskipun kebijakan pengiriman babi sudah lama, tapi peternak kita mungkin masih melengkapi syarat atau dokumen yang diperlukan. Karena mereka perlu waktu sekitar dua minggu lebih. Merekaa harus kirim sampel ke Jakarta dan menunggu hasil lab negatif kemudian alan diterbitkan SKKH dari daerah asal yang dikeluarkan pemerintah daerah. Ketika sudah lengkap, fungsi kita hanya verifikasi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan Sutama mengatakan hal senada. Ketua Satgas PMK Bali sudah menerbitkan surat terbaru terkait kebijakan lalulintas ternak ke luar Bali dan pembukaan pasar hewan.

"Sesuai surat, hewan ternak babi dan sapi suday boleh keluar. Dengan catatan hanya yang siap potong serta memenuhi syarat atau SOP yang berlaku. Misalnya biosecurity dan sejumlah dokumen lainnya," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved