Berita Denpasar

Awalnya Membeli Lalu Jadi Pengedar Sabu, Putu Adi Terancam 20 Tahun Penjara

Putu Adi Suartama (29) telah menjalani sidang dakwaan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Ia didakwa karena diduga terlibat meng

Penulis: Putu Candra | Editor: Marianus Seran
KOLASE TRIBUN BALI
Ilustrasi sabu-sabu di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu Adi Suartama (29) telah menjalani sidang dakwaan secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Ia didakwa karena diduga terlibat mengedarkan sabu di seputaran Denpasar.

Atas perbuatannya, Putu Adi pun terancam pidana penjara maksimal 20 tahun.

Diketahui, awalnya Putu Adi hanya sebagai pembeli.

Karena membutuhkan uang, ia akhirnya menerima pekerjaan mengedarkan sabu dari seorang bandar. 


"Dakwaan sudah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Atas dakwaan JPU, terdakwa tidak mengajukan eksepsi (keberatan)," jelas Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa, Senin, 26 September 2022.

Baca juga: Tak Ada Pedagang Timbangan Curang, Disperindag Gianyar: Cuma Kotor 


Dengan tidak diajukan eksepsi, sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian.

Dimana JPU akan menghadirkan para saksi untuk diperiksa keterangan di persidangan. 


Sementara itu dalam surat dakwaan, JPU I Made Agus Sastrawan memasang dakwaan alternatif kepada terdakwa Putu Adi.

Dakwaan kesatu, perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Atau kedua, Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 


Diungkap dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Putu Adi ditangkap di areal parkir kos, Jalan Mahendradata, Tegal Kertha, Denpasar Barat, Rabu, 6 Juli 2022 sekira pukul 17.30 Wita.

Dari tangan terdakwa, petugas kepolisian berhasil menyita 23 paket sabu seberat 14,79 gram brutto. 

Baca juga: Kunjungan Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Jiwa Bali Mengalami Penurunan

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved