Berita Bali

Diduga Terlibat Edarkan Sabu, Komang Mandala Dituntut 7 Tahun Penjara

Komang Mandala Putra alias Acha Berut (37) dituntut pidana penjara selama tujuh tahun. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi Narkoba 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komang Mandala Putra alias Acha Berut (37) dituntut pidana penjara selama tujuh tahun. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa dinilai terbukti terlibat mengedarkan narkotik golongan I jenis sabu. Surat tuntutan kepada terdakwa yang bekerja sebagai sopir ini telah dibacakan dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

"Tedakwa dituntut penjara tujuh tahun, denda 1,5 miliar subsidair enam bulan penjara," jelas Gusti Agung Prami Paramita saat ditemui di PN Denpasar, Senin, 26 September 2022.

Menanggapi tuntutan JPU, pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis. "Kami mengajukan pledoi tertulis," ungkap Prami Paramita.

Sementara dalam surat tuntutan JPU disebutkan, bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotik golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

"Terdakwa dinilai melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik, sesuai dakwaan pertama jaksa penuntut," imbuh Prami Paramita.

Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Komang Mandala ditangkap di kamar kos, Jalan Pidada 3, Ubung, Denpasar Utara, Senin, 30 Mei 2022 sekitar pukul 16.30 Wita. Terlibatnya terdakwa dalam peredaran narkoba berawal saat dihubungi oleh Toenk (buron). Terdakwa diperintah mengambil paket sabu di pinggir Jalan Pidada.

Terdakwa pun menuju tempat itu dan mengambil tempelan yang berisi 40 paket sabu. Lalu puluhan paket itu disimpan terdakwa di kamar kos pacarnya di Jalan Pidada 3, sembari menunggu perintah lanjutan dari Toenk.

Terdakwa pun menginap di kos pacarnya selama dua hari. Terdakwa menyimpan sabu itu tanpa sepengetahuan pacarnya. Namun saat berada di kamar, terdakwa kemudian ditangkap oleh petugas kepolisian dari satresnarkoba Polresta Denpasar

Ternyata pergerakan terdakwa telah dipantau. Ini berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan terdakwa kerap melakukan transaksi narkoba.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan, hasilnya ditemukan 40 paket sabu siap edar seberat 6,12 gram netto. Juga diamankan 1 buah alat isap sabu (bong) dan 1 potongan pipet putih.

Saat diinterogasi terdakwa mengaku puluhan paket sabu itu adalah miliknya. Rencananya paket sabu itu akan ditempel oleh terdakwa atas perintah Toenk dengan imbalan upah berupa uang. Puluhan paket sabu belum edarkan, terdakwa keburu diringkus petugas kepolisian. CAN

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved