Sponsored Content

DPRD Tabanan Dorong Tidak Ada Kenaikan Tarif dan Inovasi PDAM Untuk Ciptakan Air Kemasan

DPRD Tabanan Dorong Tidak Ada Kenaikan Tarif dan Inovasi PDAM Untuk Ciptakan Air Kemasan

(TB/Ardhiangga Ismayana).
Evaluasi rapat oleh Komisi I dan III DPRD Tabanan di Kantor PDAM Tirta Amertha Buana. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Komisi I dan III DPRD Tabanan, menggelar kunjungan lapangan untuk evaluasi kinerja PDAM Tirta Amertha Buana, Selasa 6 September 2022. Dalam kunjungan itu ada dua pokok yang menjadi penekanan komisi I dan III DPRD Tabanan yakni menyangkut penundaan kenaikan tarif dan juga menyangkut inovasi air kemasan asli Tabanan. Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komisi I I Putu Eka Nurcahyadi dan Ketua Komisi III AA Nyoman Dharma Putra di ruang rapat lantai II kantor PDAM Tabanan.

Evaluasi rapat oleh Komisi I dan III DPRD Tabanan di Kantor PDAM Tirta Amertha Buana.
Evaluasi rapat oleh Komisi I dan III DPRD Tabanan di Kantor PDAM Tirta Amertha Buana. ((TB/Ardhiangga Ismayana).)

Ketua Komisi I, I Putu Eka Nurcahyadi mengatakan, kunjungan Komisi I dan III menyangkut beberapa hal. Pertama ialah menyangkut masalah pelayanan publik, Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendapatan daerah pada Selasa 6 September 2022 pagi ini. Jadi sesuai nomenklatur terbaru 2019, bahwa pendirian PDAM Tirta Amertha Buana sudah sesuai dengan susunan direksi yang baru ditetapkan melalui Perda yang ada atau sesuai dengan regulasi.

“Posisi kami melihat atau pertama adalah harapan mengenai pelayanan publik dengan direksi dan struktur yang ada. Ada potensi besar yang bisa menjadi target layanan pokok. Atau pelaksanaan pelayanan pelanggan. Kami berharap tidak ada lagi keluhan pelanggan,” ucapnya.

Kemudian, yang kedua pada direksi juga membangun inovasi baru terkait dengan sistem aduan pelanggan. Sehingga menggunakan aplikasi yang efektif untuk menanggulangi keluhan masyarakat. Yang ketiga ialah menyangkut dengan inovasi pendapatan daerah, jadi tidak hanya menjual air minum saja. Namun, akan membangun atau memproduksi penciptaan air kemasan. “Jadi pembuatan air minum kemasan itu penting juga, yang berujung pada penginkatan pendapatan daerah,”

Sementara itu, Ketua Komisi III AA Nyoman Dharma Putra, mengatakan, bahwa dari Komisinya melihat soal dorongan akan inovasi tersebut. Sebab, pihaknya masih melihat belum ada langkah mengarah ke progres inovasi produk. Dimana untuk sekelas rapat saja, masih dengan air kemasan pada umumnya, bukan produk baru asli Tabanan.

“Kami mendorong dilakukannya inovasi air kemasan,” tegasnya.

Terkait dengan kenaikan tarif, Dharma Putra menegaskan, bahwa pihaknya meminta untuk tidak menaikkan tarif dalam situasi seperti ini. Ini. Apalagi, tanpa adanya kenaikan tarif, PDAM Tirta Amertha Buana juga sudah memiliki deviden per tahunnya. Sehingga, jangan dulu dilakukan peningkatan tarif.

“Jadi jangan sampai menyulitkan masyarakat. Memaksimalkan yang ada saja,” jelasnya.

Penekanan untuk dilakukannya penciptaan air kemasan, sambungnya, juga berdasarkan kunjungan ke daerah lain. Dimana air kemasan asli Tabanan itu dapat menghasilkan profit yang bagus. PDAM dapat lebih bisa berinovasi untuk kemudian deviden daerah akan meningkat. Bahkan, bisa membuat rencana bisnis untuk 10 hingga 20 tahun mendatang.

“Kami menekankan ada rencana bisnis ke depan bahkan 10 hingga 20 tahun mendatang akan seperti apa,” paparnya.

 

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Amertha Buana, I Gede Nyoman Wirah Adnyana mengatakan, bahwa dari hasil kunjungan dewan komisi I dan III menginginkan kualitas kinerja yang nantinya akan berdampak pada pendapatan, atau ujungnya pada peningkatan PAD untuk pembangunan Tabanan ke depannya. Seperti melakukan terobosan dengan menciptakan air kemasan. Dan juga tidak menutup kemungkinan untuk inovasi yang lain, seperti penjualan air dan bersaing untuk masyarakat yang mencari sumur bor. “Kami berharap tidak akan kalah dengan sumur bor. Dan kunjungan ini akan menjadi inivasi kami ke depan untuk meningkatkan PAD Tabanan,” jelasnya.

Terkait pembuatan air kemasan, pihaknya akan melajukan pengkajian dan akan meminta waktu untuk rapat kerja kembali, dengan hal yang lebih detail. Sedangkan untuk ke ajak tarif harga memang ada permintaan tidak naik. Dan sejatinya, PDAM Tirta Amertha Buana sejak 2010 tidak pernah menaikan tarif. Bahkan, tetap mendapat laba per tahunnya. Sejak dua tahun lalu, atau pada 2020 laba sudah sekitar Rp 2,3 Miliar, tahun 2021 2,2 Miliar tahun ini target 2,5 Miliar dan tahun depan 2023 ditarget 3 Miliar.

“Untuk kenaikan tarif dengan kondisi seperti ini masih laba dewan meminta tarif tetap dan masih bisa meningkatkan PAD. Terkait dengan Operasional mesin yang masih menggunakan BBM, maka memang akan dihitung dan tetap mencari mana efisiensi yang bisa dilakukan. Kami akan membuat skala prioritas,” tegasnya. (ang).

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved