Berita Denpasar

Hingga September 2022, Cakupan Peserta JKN di Denpasar Capai 97,97 Persen

Hingga bulan September 2022 cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Denpasar terus meningkat.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hingga bulan September 2022 cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Denpasar terus meningkat.

Dinas Sosial Kota Denpasar bersama OPD terkait pun terus melakukan sosialisasi terkait hal tersebut.

Kadis Sosial Denpasar IGA Laxmi Saraswati mengungkapkan pihaknya secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Karena DTKS merupakan data induk yang berisi berbagai data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, seperti penerima bantuan, pemberdayaan sosial, serta potensi dan kesejahteraan sosial.

"Artinya, DTKS ini bukan hanya untuk orang miskin," katanya.

Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan agar cakupan kepesertaan Universal health Coverage (UHC) atau kesehatan semesta semakin tinggi.

Laxmi mengatakan telah terjadi peningkatan signifikan sejak Mei 2022 lalu.

Bila sebelumnya pada April 2022 cakupan hanya 92,50 persen, naik menjadi 96,63 persen pada Mei 2022 lalu.

"Saat ini sudah mencapai 97,97 persen dari jumlah penduduk 653.136 jiwa," katanya, Senin, 26 September 2022.

Sebelumnya dalam rapat kerja Komisi I dan IV dengan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan serta BPJS, dibahas berbagai persoalan terkait dengan kepesertaan JKN yang dikelola BPJS.

Dalam kesempatan tersebut, ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Ketut Suteja Kumara berharap agar layanan kesehatan yang diperlukan masyarakat dapat berfungsi dengan optimal.

"Kami tidak ingin warga yang sudah memiliki BPJS, namun ketika mau digunakan terjadi persoalan," katanya.

Karena menurutnya pernah terjadi saat hendak menggunakan layanan BPJS di Puskesmas, ternyata kartunya tidak aktif.

Padahal, pembayaran iuran tetap setiap bulan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved