Berita Bali
Rawan Diganggu, Menkopolhukam Prof Mahfud MD: Natuna Jangan Lengah
Upaya menjaga kedaulatan Indonesia atas Natuna sangatlah penting, terutama karena kepulauan di Laut China Selatan itu tergolong rawan terhadap ancaman
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM - Upaya menjaga kedaulatan Indonesia atas Natuna sangatlah penting, terutama karena kepulauan di Laut China Selatan itu tergolong rawan terhadap ancaman infiltrasi kekuatan asing.
Isu kedaulatan atas Natuna di Laut Natuna Utara juga diangkat dalam perbincangan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Prof Mahfud MD di Kompas TV yang disiarkan secara nasional pada Minggu 25 September 2022.
Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, Mahfud dan pembicara lain kembali menekankan Natuna merupakan bagian integral dari wilayah kedaulatan Indonesia.
Natuna yang terletak di Laut Natuna Utara, yang menurut versi China sebagai Laut China Selatan, mengandung kekaya bahan mineral seperti gas dan minyak bumi.
Perairan Laut Natuna Utara juga kaya ikan dan menjadi lalu lintas pelayaran perdagangan.
Posisi yang strategis dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah membuat Kepulauan Natuna menarik perhatian kekuatan asing.
“Untuk menjaga Kedaulatan Indonesia, pemerintah telah menugaskan Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) yang bertugas melaksanakan Patroli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia”, tegas Mahfud FD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dalam keterangan yang diterima Tribun Bali
Ia menambahkan, perlu ada peran diplomasi yang terus disampaikan kepada negara tetangga semisal China bahwa sejatinya Kawasan Natuna adalah milik Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Caption-foto-dfddsfdf.jpg)