Berita Denpasar

Biaya Perbaikan Lift dan Eskalator di Pasar Badung Denpasar Capai Rp 150 Juta

Biaya Perbaikan Lift dan Eskalator di Pasar Badung Denpasar Capai Rp 150 Juta, Hal ini setelah keluarnya surat penunjukan pengelolaan Pasar Badung

Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Lift di Pasar Badung Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar kini sudah bisa melakukan perawatan untuk lift dan eskalator di Pasar Badung.

Hal ini setelah keluarnya surat penunjukan pengelolaan Pasar Badung pada bulan Juli 2022 lalu. 

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengatakan perawatan lift dan eskalator memang sebelumnya tidak maksimal dilakukan lantaran proses pengelolaan dengan penyertaan modal belum resmi dilakukan. 

Hal itu berimbas pada pemeliharaan lift dan eskalator yang sering digunakan pengunjung dan para pedagang. 

"Kami memang sebelumnya tidak bisa sepenuhnya melakukan perawatan lift dan eskalator. Tetapi dengan sekarang sudah ada surat penunjukan jadi kami sudah lakukan perbaikan itu juga permintaan dari pedagang," kata pria yang akrab disapa Gus Kowi ini pada Selasa, 27 September 2022. 

Untuk memperbaiki lift dan eskalator, menelan anggaran yang fantastis yakni Rp 150 juta. 

Dengan sudah dilakukannya perbaikan itu ia berharap tidak ada kejadian mati lift apalagi di dalamnya ada pengunjung yang terjebak. 

Sebab, selama Pasar Badung diresmikan sudah ada pengunjung yang terjebak. 

Beruntungnya menurutnya kejadiannya hanya sekali. 

"Lift barang yang paling sering digunakan. Walaupun begitu, kami tetap memikirkan keselamatan pengunjung dan pedagang yang menggunakan lift. Makanya, kami sekarang perbaiki keseluruhannya," katanya. 

Selain perbaikan lift dan eskalator yang memakan biaya tinggi, namun pembayaran listrik juga cukup tinggi.

Dalam sebulan, biaya operasional untuk istrik yang dikeluarkan sebesar Rp 100 juta. 

Dengan kondisi itu, pihaknya memilih untuk menghidupkan lift dan eskalator sesuai kebutuhan. 

Jika sudah sepi pengunjung pasar, lift akan dimatikan. 

"Kalau sore sudah tidak ada pengunjung kami matikan. Itu yang kami bisa siasati untuk mengurangi beban biaya listrik. Sebab eskalator itu kalau hidup biaya listriknya cukup tinggi," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved