Kasus Polisi Tembak Warga Belu, Kuasa Hukum: Polisi Dibekali Senjata Bukan Untuk Habisi Warga!

Kasus Polisi Tembak Warga Belu, Kuasa Hukum: Polisi Dibekali Senjata Bukan Untuk Habisi Warga!

Podcast Turangga/istimewa
Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto dan Kuasa Hukum Gerson Yaris Lau, Yulius Benyamin Seran. 

TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - Gerson Yaris Lau (18) tersangka kasus penganiyaan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur ditembak mati Brigpol RRS.

Tersangka sekaligus korban itu tewas ditembak Brigpol RRS saat hendak melarikan diri.

Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto SIK menjelaskan Gerson Yaris Lau selama ini menjadi buronan.

Kasus tewasnya Gerson Yaris Lau berawal dari upaya korban untuk melarikan diri.

Sehingga, Brigpol RRS menembak Gerson Yaris Lau dan mengenai punggung kiri korban hingga korban tewas.

Baca juga: Gilbert Lumoindong Sebut Brigadir J Lecehkan Putri Candrawathi, Ini Balasan Keras Samuel Hutabarat

Peristiwa ini terjadi di Dusun Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Selasa 27 September 2022.

Kapolda NTT, Irjen Setyo Budiyanto juga telah melakukan langkah cepat dengan memerintahkan agar dilakukan penahanan terhadap Brigpol RRS.

Demikian penjelasan Setyo Budiyanto didampingi Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy, Selasa 27 September 2022 malam dikutip dari POS-KUPANG.COM.

Mantan Direktur Penyidikan KPK itu juga telah mengirimkan tim Propam Polda NTT ke Kabupaten Belu untuk melakukan pengumpulan data berupa bahan keterangan atau Pulbaket terkait kejadian Polisi Tembak Warga Belu yang dilakukan Anggota Polres Belu terhadap warga sipil hingga meninggal dunia.

Terhadap hasil pengumpulan baket dari Tim Propam akan informasikan lebih lanjut termasuk jika temukan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan korban.

Baca juga: Babak Baru Kasus Ferdy Sambo: Penyidik Evaluasi Kesehatan Putri Candrawathi, Tidak Bisa Ditahan?

"Tim Forensik RSB Titus Uly Kupang telah berangkat dari Kupang menuju Atambua, Kabupaten Belu untuk melaksanakan autopsi sehingga dapat mengungkapkan penyebab kematian korban," jelas Kapolda Setyo.

Pihaknya menambahkan sesuai informasi yang diterima, bahwa korban meninggal akibat terkena satu tembakan yang semula diarahkan ke bagian kaki, namun saat itu kondisi korban terperosok sehingga peluru mengenai bagian punggung korban.

Sementara itu, Kuasa hukum keluarga Gerson Yaris Lau, Yulius Benyamin Seran mengatakan, apapun alasannya tujuan negara membekali Polisi dengan senjata bukan untuk membunuh warga.

"Bahasa halusnya menembak mati tersangka sebab sejatinya seorang tersangka belum tentu bersalah dan untuk membuktikan kesalahannya dilakukan melalui pengadilan (trial by court), bukan ditembak mati (trial by gun)," tegas Yulius Benyamin Seran.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved