Berita Bali

Pelaku Wisata Harus Inovatif, Made Mangku Pastika: G20 Harus Bangkitkan Ekonomi Bali

Made Mangku Pastika berpandangan momentum pelaksanaan Presidensi atau KTT G20 haruslah dimanfaatkan untuk membangkitkan pariwisata

Dok. Tribun Bali
Made Mangku Pastika - Pelaku Wisata Harus Inovatif, Made Mangku Pastika: G20 Harus Bangkitkan Ekonomi Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Made Mangku Pastika berpandangan momentum pelaksanaan Presidensi atau KTT G20 haruslah dimanfaatkan untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi Bali.

"Penting jadikan G20 untuk menggerakkan roda pariwisata dan ekonomi dengan melibatkan semua stakeholder (pemangku kepentingan)," kata Pastika saat melakukan kunjungan daerah pemilihan di Bounty Cruise Benoa, Denpasar, Selasa 27 September 2022.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Perekonomian di Bali: Upaya Pemulihannya itu, tampil sebagai narasumber yakni tokoh pariwisata yang juga Owner Bounty Cruise Gede Wirata.

Menurut Pastika, pariwisata Bali saat ini banyak ditopang oleh rangkaian agenda Presidensi G20 Indonesia.

Baca juga: Buka Global Forum AMM G20 di Bali, Mentan Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital

Mereka para peserta konferensi atau pertemuan, dominan menggunakan tempat MICE dan hotel berbintang 5 di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pariwisata tanpa arah. Untung ada G20, sehingga hotel bintang diselamatkan karena G20. Namun harus dipikirkan bagaimana para pelaku UMKM, mereka dapat apa?" ucap mantan Gubernur Bali dua periode itu.

Oleh karena itu, dalam menyikapi tren pariwisata tersebut, diharapkan pelaku pariwisata bisa lebih kreatif dan inovatif dengan mencari peluang-peluang baru sehingga ekonomi Bali bisa bangkit.

Anggota Komite 2 DPD itu pun menambahkan, keberhasilan vaksinasi Covid-19 telah memberi kepercayaan dunia khususnya kepada Bali.

"Jadi, ini harus dipersiapkan dengan baik," ujar Pastika yang juga mantan Kapolda Bali itu.

Sementara itu tokoh pariwisata yang juga Owner Bounty Cruise Gede Wirata Gede Wirata mengatakan, meski kunjungan wisatawan mancanegara mulai bergeliat, namun jumlahnya masih jauh dari sebelumnya.

Ia pun melihat kemacetan lalu lintas di Provinsi Bali bukan karena kehadiran wisman.

Mantan Ketua Kadin Bali ini menyebutkan dari 23 maskapai yang ke Bali, baru membawa sekitar 5 ribuan wisman per hari.

Padahal sebelum pandemi Covid-19, rata-rata 35 ribuan.

"Jadi, kalau jalan-jalan terlihat macet karena banyaknya kendaraan sewa yang melayani domestik, sebab tarifnya relatif murah. Jadi wisatawan lebih memilih kendaraan sewaan itu," ujar Wirata.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved