Berita Denpasar

Tiga Pelaku Pembunuh Jape Rina di Jalan Pidada, Denpasar Dituntut 14 Tahun Penjara

Tiga terdakwa pembunuhan terhadap Jape Rina di Jalan Pidada I, Denpasar dituntut pidana penjara selama 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/dwi suputra
Ilustrasi Persidangan 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga terdakwa pembunuhan terhadap Jape Rina di Jalan Pidada I, Denpasar dituntut pidana penjara selama 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adalah terdakwa berkas terpisah Papi Langu Karengu Humba (19), dan terdakwa Benjamin Haingu (23) dan Minto Umbu Rada (21).

Surat tuntutan terhadap ketiga terdakwa telah dibacakan JPU Sofyan Heru dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Ilustrasi Persidangan
Ilustrasi Persidangan (Tribun Bali/dwi suputra)

"Para terdakwa kami tuntut dengan pidana penjara masing-masing selama 14 tahun," jelas JPU Sofyan Heru ditemui di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Rabu, 28 September 2022.

Pihaknya menyatakan, ketiga terdakwa ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan. Yakni melakukan perbuatan atau turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana, sesuai dakwaan primair JPU.

Terpisah, Gusti Agung Prami Paramita selalu anggota tim penasihat hukum ketiga terdakwa mengatakan, menanggapi tuntutan JPU, pihaknya akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis. "Nota pembelaan akan kami bacakan pada sidang minggu depan," jelas pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini.

Sementara itu diungkap dalam surat dakwaan JPU, kasus ini bermula ketiga terdakwa bersama Daud Nunu Layara (buron) dan korban, Jape Rina alias Agus minum minuman keras (miras) di Lapangan Puputan Badung, Minggu, 29 Mei 2022 sekitar pukul 01.25 Wita. Usai menenggak miras, mereka pun pergi ke tempat tinggal Antonius Agu Ate alias Anton yang berada di Gudang Gas Darma, Jalan Kusuma Bangsa II, Denpasar Utara.

Setibanya di sana, terdakwa Benyamin meminta kunci gudang ke Antonius untuk mengambil sepeda motor milik korban Jape.
Benyamin pun mengeluarkan sepeda motor korban. Namun di sisi lain, terjadi cekcok mulut antara Daud Nunu dan korban disaksikan terdakwa Papi Langu. Di tengah cekcok mulut itu, terdakwa Benyamin kemudian memberikan sepeda motor ke korban

Usai memberikan sepeda motor ke korban, terdakwa Benyamin lalu pergi membonceng terdakwa Minto Umbu dan Papi Langu. Daud Nunu mengendarai sepeda motor sendirian. Sedangkan korban berada di posisi belakang mengendarai motornya sendirian.

Saat berada di Jalan Kesuma Bangsa II, korban dari arah belakang menyerempet motor Benyamin. Karena menyerempet, korban pun terjatuh. Melihat korban terjatuh, terdakwa Benyamin berhenti dan memanggil Daud Nunu. Mereka pun memutar balik, menuju ke tempat korban terjatuh.

Tiba di tempat korban terjatuh, Daun Nunu justru mengambil batako dan memukulkan ke wajah korban. Daun Nunu kemudian marah dan mengancam ketiga terdakwa. Jika tidak memukul korban, ketiga terdakwa akan dipukul oleh Daud Nunu. Akhirnya mereka pun beramai-ramai memukul korban dengan batako dan balok kayu.

Usai melakukan penganiayaan, mereka membawa korban yang dengan kondisi berlumuran darah ke arah Jalan Pidada I. Setibanya para terdakwa menurunkan korban dan ditaruh di selokan. Sedangkan sepeda motor korban dirobohkan di samping. Daun Nunu juga menaruh dua balok yang diselipkan di bawah sepeda motor milik korban.

Kemudian mereka meninggalkan korban dan pergi menuju mes Papi Langu yang terletak di Jalan Teuku Umar Barat. Akibat perbuatan para terdakwa tersebut mengakibatkan korban Jape Rina meninggal dunia. CAN

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved