Sponsored Content

Dalam Rangka Perayaan World Tourism Day ke-42, Poltekpar Bali Lepaskan 42 Tukik di Pantai Mengiat

Poltekpar Bali melepaskan 42 Tukit di Pantai Mengiat pada 28 September 2022 sebagai salah satu runtutan Acara menuju World Tourism Day ke-42.

Dok. Poltekpar Bali
Poltekpar Bali melepaskan 42 Tukit di Pantai Mengiat pada 28 September 2022 sebagai salah satu runtutan Acara menuju World Tourism Day ke-42 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mangrove adalah semak atau pohon yang tumbuh di pantai air asin atau air payau. Hutan mangrove ini sanagat berguna bagi pesisir pantai di Indonesia, kegunaan hutan mangrove ini mengstabilkan garis pantai, mengurangi erosi dari gelombang badai, arus dan ombak serta pasang surut.

Hutan mangrove di Indonesia memasuki tingkat kerusakan tertinggi di dunia, salah satu penyebabnya adalah paradigma bahwa rehabilitasi ekosistem mangrove hanya sebatas menanam Kembali bibit mangrove.

Pada kesempatan ini mahasiswa Politekhnik Pariwisata Bali berkesempatan secara langsung untuk menanam bibit mangrove, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan Kembali hutan mangrove yang sudah rusak dan berpartisipasi sebagai kegiatan World Tourism Day 2022 dengan tema Rethinking Tourism. Kegiatan ini diawali oleh sambutan dari direktur Politeknik Pariwisata Bali dan sambutan dari pengelola pantai kedonganan.

Pada sambutan dari pengelola para mahasiswa serta dosen yang berpartisipasi diberikan pengarahan yang baik untuk menanam bibit mangrove yang benar sehingga restorasi dan rehabilitasi hutan mangrove dapat dilakukan dengan strategi yang tepat dan benar.

Selanjutnya dilanjutkan oleh sambutan dari Ibu Sekretaris Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Kegiatan ini dilaksanakan di kedonganan dan diikuti oleh mahasiswa dari prodi MDK (Manajemen Devisi Kamar) semester 1, para dosen serta direktur dan di awasi oleh para panitia World Tourism Day. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan para peserta sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

Sebagai bentuk memelihara serta merehabilitasi hutan mangrove, kegiatan ini juga dapat menjadi pengalaman yang bagus untuk para mahasiswa dan dosen sendiri.

Dalam rangka World Tourism Day 2022 khususnya Indonesia pada tahun ini menjadi tempat G20 terlaksana, menurut Ibu Sekretaris Kementrian Pariwisata & Kreatif, ada lima point guideline yang dikeluarkan serta menjadi perhatian dari negara – negara G20 sendiri yang harus dilaksanakan dalam rangka pemulihan pariwisata.

Salah satunya yaitu SDM / Sumber Daya Manusia dan Lingkungan. Pada kegiatan ini, penanaman mangrove secara serentak yang dilakukan oleh Politekhnik Pariwisata Bali berkaitan dengan perawatan lingkungan khususnya di Bali. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mencegah abrasi pada laut, menjadikan mangrove sebagai tempat hidup biota laut dan sebagai Gerakan mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar khususnya daerah perairan serta mendukung kegiatan sebagai kelestarian alam.

Beliau juga mengatakan, kegiatan ini juga sudah mencakup dua hal, yaitu SDM atau kita sebagai subjek pelaksana yang membangun berubahan/pengembangan suatu tempat dan Lingkungan yaitu dengan menjaga serta merawat Kembali lingkungan – lingkungan yang sudah rusak atau sudah tidak layak, salah satu contohnya yaitu dengan penanaman mangrove ini.

Baca juga: Perayaan World Tourism Day, Poltekpar Bali Sukses Melaksanakan Kegiatan Yoga Ketawa

World Tourism Day 2022 ini diharapkan Indonesia dapat memiliki publikasi yang baik dalam sektor pariwisata yang dilihat oleh banyak negara, tentunya dengan fase pemulihan pariwisata paska pandemic.

Dengan demikian moment ini adalah moment yang tepat untuk membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali inisiatif-inisiatif yang baik serta peduli dalam membangun sector pariwisata yang awalnya menurun karena pandemic dengan upaya – upaya pemulihan lingkungan yang ada di sector pariwisata khususnya Bali dengan program CHSE yaitu program Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment Sustainabilty (Kelestarian Lingkungan).

Aspek tersebut sebagai salah satu pedoman atau standarisasi sector pariwisata di Indonesia, Dengan kegiatan penanaman mangrove ini para mahasiswa menjadi awareness tentang bagaimana pelestarian itu penting sehingga pembangunan pariwisata itu tidak semata mata hanya membangun akan tetapi juga melestarikannya.

Kegiatan tersebut juga mendapat respon yang positif dari para mahasiswa serta para partisipannya, mereka mlakukan penanaman dengan sangat antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang bagaimana cara serta tekhnik penanaman dan perawatan mangrove yang tepat.

Para mahasiswa juga bisa belajar banyak hal dalam bidang perawatan ini, dari belajar bekerja sama dengan team, cara menanam hingga melestarikan, merekapun juga berharap untuk acara selanjutnya supaya kegiatan – kegiatan pelestarian lingkungan diadakan lagi sehingga dapat memberikan pengalaman baru dan contoh bagi masyarakat sebagai Langkah awal dalam melestarikan lingkungan di suatu tempat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved