Berita Denpasar

Suka Duka Mokas, Rayakan Hut ke 5 dengan Kegiatan Bakti Sosial

Kegiatan sosial menjadi tujuan utama berdirinya Suka Duka Motor Bekas (Mokas) Bali. Pada perayaan HUT ke-5, Mokas berbagi untuk anak-anak disabilitas

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kegiatan sosial yang dilakukan Suka Duka Mokas pada HUT ke 5 dengan membagi-bagi paket sembako Rabu 28 September 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kegiatan sosial menjadi tujuan utama berdirinya Suka Duka Motor Bekas (Mokas) Bali.

Komunitas yang dibentuk tahun 2018 silam itu, bertujuan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.


Pada awal pembentukan, komunitas yang berjumlah puluhan orang itu membantu warga yang terdampak erupsi Gunung Agung.

Saat itu, pengumpulan dana dilakukan secara sukarela untuk membantu yang terdampak di wilayah Kabupaten Karangasem Bali.

Kini, agenda komunitas makin meluas, Mokas tiap tahun melakukan agenda rutin dengan menyasar panti asuhan maupun keluarga yang kurang mampu di beberapa kabupaten di Bali.

Baca juga: Kejari Denpasar Musnahkan Narkotik Ratusan Juta Rupiah

Pada perayaan hari ulang tahun Mokas Bali ke 5, komunitas ini memberikan paket sembako dan uang tunai kepada anak-anak disabilitas di Yayasan Shanti Bali pada Rabu 28 September 2022.


Ketua Suka Duka Mokas, IGusti Ketut Sudarma saat ditemui di Jalan Jempiring Denpasar mengatakan bahwa Mokas biasanya berkumpul di seputaran Pasar Kereneng denpasar.

Bahkan kerap kumpul di atas trotoar di jalan Jempiring.


"Jadi awalnya kumpul-kumpul, namun saat erupsi kita bersatu-padu, dengan membentuk komunitas yang bisa menjadi relawan untuk masyarakat yang terdampak korupsi," kata pria yang akrab disapa Jik Agus tersebut.

Baca juga: Distan Denpasar Berikan 100 Ekor Bibit Kucit Pada Peternak, Sasar Dua Kelompok


Diakui, saat eropsi pihaknya melaksanakan bakti sosial di pos-pos pengungsian. Seterusnya berjalan secara bertahap hingga tahun 2018 bisa memberikan bantuan sosial di (Bansos) Desa Belumbung dan Tianyar Karangasaem.


"Terus berlanjut, tahun 2019 kita mengadakan bansos ke Kabupaten Bangli, khususnya Kecamatan Susut. Saat itu kita bersinergi dengan Kapolsek Susut dengan memberikan bansos di Desa Susut, Tembuku dan Kintamani," bebernya.


Kendati demikian, kegiatan sosial sempat terhenti karena pandemi covid-19 muncul di tahun 2020 lalu.

Namun hal itu pun tidak memutus visi awal terbentuknya komunitas, sehingga kegiatan sosial kembali dilaksanakan pada awal 2022 lalu.


"Tahun ini kita lakukan bansos ke Desa Penjarakan, Kecamatan Gerokgak Buleleng dengan menyasar warga-warga yang kurang mampu," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved