Berita Bangli

Aturan Retribusi Parkir Diubah, Banjar Adat Kini Bisa Kelola Parkir

Regulasi mengenai parkir di Kabupaten Bangli telah direvisi. Terbaru, pungutan retribusi parkir dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Tribun Bali/Mer
Kadishub Bangli, I Ketut Riang - Regulasi mengenai parkir di Kabupaten Bangli telah direvisi. Terbaru, pungutan retribusi parkir dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Regulasi mengenai parkir di Kabupaten Bangli telah direvisi. Dalam peraturan bupati (Perbup) terbaru, pungutan retribusi parkir dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga. 

Sebelumnya pengelolaan retribusi parkir sebelumnya diatur dalam Perbup No. 28 Tahun 2012 tentang tata cara pemungutan, tata cara pembayaran penetuan tempat pembayaran, angsuran dan penundaan pembayaran, tata cara penagihan serta tata cara penghapusan piutang retribusi yang sudah kadaluwarsa.

Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Ketut Riang mengatakan, perubahan aturan ini untuk mengakomodir usulan masyarakat, agar pengelolaan parkir diatur oleh Banjar Adat. Karenanya dalam Perbup No. 17 tahun 2022 tentang perubahan atas Perbup No. 28 tahun 2012, terdapat penambahan klausul yang menyebutkan pemungutan retribusi dapat dikerjasamakan kepada pihak ketiga sebagai pengelola tempat parkir. "Pihak ketiga yang dimaksud yakni perorangan, kelompok masyarakat, badan atau lembaga yang menyelenggarakan perparkiran," ungkapnya ditemui Kamis 29 September 2022.

Baca juga: Ada Keluhan Pemakaian Pertalite Lebih Boros Sejak Naik Jadi Rp10.000, Ini Penjelasan PT Pertamina

Riang mengaku saat ini sudah ada Banjar adat yang mengajukan usulan ke Bupati Bangli, untuk mengelola parkir. Yakni Banjar Adat Kayuambua, yang mengusulkan pengelolaan parkir Pasar Kayuambua, Kecamatan Susut. "Usulannya sekitar tiga hari lalu," katanya. 

Mengenai usulan tersebut, Riang mengatakan saat ini masih ditindaklanjuti dengan melakukan kajian. Hasil kajian ini selanjutnya menjadi acuan Bupati ketika akan menyerahkan pengelolaan parkir pada pihak ketiga. "Soal apa yang dikaji diantaranya pendapatan rata-rata per bulan hingga persentase bagi hasilnya," ujarnya.

Mantan Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli ini mengatakan, Pasar Kayuambua menjadi satu kesatuan dengan Pasar Hewan Kayuambua. Di tempat ini sebelumnya ada empat orang petugas parkir Dishub. "Namun karena saat ini sedang ada perbaikan pasar, dua orang petugas parkir mengundurkan diri. Ini karena tidak ada lahan parkir," ucapnya.

Riang menambahkan, pihaknya memiliki rencana untuk melakukan digitalisasi parkir dengan menerapkan e-parkir di kawasan pasar. Upaya tersebut tidak terlepas dari tujuan untuk memaksimalkan retribusi dari sektor parkir.

Kendati demikian, pejabat asal Desa Belantih, Kintamani ini merasa perlu dipikirkan penataan parkirnya lebih dulu. Salah satunya menyediakan akses keluar masuk satu pintu. "Sekarang kan sedang ada penataan di Pasar Kidul, Pasar Kayuambua, dan Pasar Singamandawa. Tentu kedepan akan dilakukan penataan parkirnya," tandas dia. (mer)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved