Berita Bali

KAPAL AL Kerajaan Inggris Berlabuh di Pelabuhan Benoa Bali, 20 Persen Awak Kapal Wanita

Awak HMS Spey juga berkesempatan untuk bertukar budaya dengan TNI Angkatan Laut karena mereka akan diperkenalkan dengan tarian Poco-poco dan Maumere.

Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
His Majesty’s Ship (HMS) Spey, kapal patroli lepas pantai terbaru dari Inggris mengunjungi Bali, Indonesia mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya, dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali. HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun, di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar. Bekerja bersama para mitra dan sekutunya, untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim. 

TRIBUN-BALI.COM - His Majesty’s Ship ( HMS) Spey, kapal patroli lepas pantai terbaru dari Inggris mengunjungi Bali, Indonesia mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya, dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali.

HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun, di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar.

Bekerja bersama para mitra dan sekutunya, untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

Baca juga: Kapal AL China Nyelonong di Perairan yang Disengketakan, Malaysia Protes & Sebut Sudah 89 Kali

Baca juga: Kapal AL II KAI GT 171 Alami Mati Mesin di Selat Lombok, Tim SAR Berhasil Selamatkan Puluhan Orang

His Majesty’s Ship (HMS) Spey, kapal patroli lepas pantai terbaru dari Inggris mengunjungi Bali, Indonesia mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya, dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali.

HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun, di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar.

Bekerja bersama para mitra dan sekutunya, untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim.
His Majesty’s Ship (HMS) Spey, kapal patroli lepas pantai terbaru dari Inggris mengunjungi Bali, Indonesia mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya, dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali. HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun, di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar. Bekerja bersama para mitra dan sekutunya, untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim. (Tribun Bali/Arini Valentya Chusni)

 

HMS Spey adalah kapal 'terhijau' dan paling ramah lingkungan, di Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Itu karena catalytic converter, yang dipasang pada corong serapan untuk mengurangi emisi CO2.

HMS Spey baru-baru ini melakukan patroli, untuk memerangi penangkapan ikan ilegal yang tidak diatur dan tidak dilaporkan, serta melakukan survei lingkungan.

Dua puluh persen awak kapal adalah perempuan.

Salah satunya adalah Executive Officer Letnan Komandan, Bridget Macnae, yang memimpin kedatangan kapal ke Bali.

Awak kapal berpartisipasi dalam tarian Poco-poco dan Maumere bersama TNI Angkatan Laut.

His Majesty’s Ship (HMS) Spey, kapal patroli lepas pantai terbaru dari Inggris mengunjungi Bali, Indonesia mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya, dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali.

HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun, di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar.

Bekerja bersama para mitra dan sekutunya, untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim.
His Majesty’s Ship (HMS) Spey, kapal patroli lepas pantai terbaru dari Inggris mengunjungi Bali, Indonesia mulai 30 September hingga 3 Oktober 2022. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pertukaran budaya, dengan TNI Angkatan Laut dan anak-anak dari sanggar tari Bali. HMS Spey tengah beroperasi selama lima tahun, di kawasan Indo-Pasifik bersama kapal AL Inggris HMS Tamar. Bekerja bersama para mitra dan sekutunya, untuk membantu mengatasi tantangan di sektor keamanan dan mendukung negara-negara dalam mengatasi dampak perubahan iklim. (Tribun Bali/Arini Valentya Chusni)

Tarian Poco-poco dan Maumere berasal dari Indonesia, yaitu dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

Dan sudah sangat mendunia, serta menjadi salah satu tarian terpopuler untuk menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenki, mengatakan misi Inggris adalah membangun kemitraan yang kuat dan langgeng dengan Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved