AC Milan

Kata Bos AC Milan Soal Akusisi Rossoneri dan Perbedaan Pendapatan di Serie A, Laliga, EPL

Bos baru AC Milan, Gerry Cardinale, yang juga CEO dari perusahaan RedBird Capital baru-baru ini angkat bicara soal akuisisi Rossoneri dan mengungkap

Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ady Sucipto
SempreMilan
Gerry Cardinale, pemilik RedBird Capital dan pemilik AC Milan 

TRIBUN-BALI.COM, ITALIA – Bos baru AC Milan, Gerry Cardinale, yang juga CEO dari perusahaan RedBird Capital baru-baru ini angkat bicara soal akuisisi Rossoneri dan mengungkapkan perbedaan soal pendapatan dari Serie A dan Liga top Eropa.

AC Milan sebelumnya dikuasai sahamnya oleh Elliott Management dan kemudian diambil alih oleh RedBird Capital dalam kesepakatan fantastis senilai  €1,2 miliar.

AC Milan pada Liga Italia 2021/2022 lalu berhasil meraih gelar Scudetto Serie A musim lalu di bawah pelatih Stefano Pioli yang kembali menempatkannya sebagai klub papan atas Italia setelah melewati satu dekade tanpa gelar.

Baca juga: Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Kabar Baik Pioli Soal 2 Pemain Kunci AC Milan Jelang Empoli vs Milan

Dilansir Tribun Bali via Football Italia, dalam perbicangan bisnis olahraga Leaders Week, Cardinale mulanya bercerita soal perbedaan pendapatan klub di Serie A dan liga-liga top Eropa.

 “Saya hanya tidak berpikir harus ada perbedaan tiga banding satu antara pendapatan media di EPL, LaLiga, dan Serie A.

“Jika Anda melihat kualitas sepak bola yang dimainkan di Serie A, jika Anda melihat nilai pasar agregat pemain di Serie A, itu setara dengan La Liga. Namun ada perbedaan dua banding satu dalam pendapatan media, perbedaan tiga banding satu versus EPL. Itu bisa ditingkatkan, itu harus ditingkatkan.

Baca juga: Skenario Pahit AC Milan Jika Gagal Kontrak Leao: Jual di Bursa Transfer Januari & Incar 2 Sosok Ini

“Saya tidak melihat tim tanpa melihat ekosistem di dalamnya. Dan saya melihat nilai dan lintasan nilai yang tertanam luar biasa baik untuk Milan dan Serie A.

“Dan cara kami memikirkannya adalah bahwa aktivitas kami dalam membangun Milan kembali ke tempat seharusnya memiliki efek turunan dalam membantu meningkatkan segalanya untuk Serie A,” kata Cardinale.

Bos RedBird Capital inipun kemudian mengomentari soal pengambilalihan AC Milan yang menelan biaya hingga €1,2 miliar pada beberapa waktu lalu.

“Milan, dalam pandangan saya, adalah salah satu hal paling menarik yang telah kami lakukan, saya pikir Milan adalah raksasa yang sedang tidur. Saya pikir kami membelinya dengan baik, saya pikir jika Anda melihat posisinya secara global sebagai merek di sepak bola Eropa, itu salah satu yang besar.

Baca juga: Beber Ahli Transfer Gianluca Di Marzio: Jorge Mendez Ingin Bawa Cristiano Ronaldo ke AC Milan

“Dan itu kurang dimonetisasi. Jika Anda melihat perbedaan di Inggris dan Spanyol dan LaLiga dengan Serie A, ada peluang luar biasa di sini untuk lebih memanfaatkan finansial di Milan dan Serie A secara umum.

“Jadi minat kami di Milan benar-benar tentang Milan sebagai merek dan apa yang bisa kami lakukan dengannya. Dan itu juga tentang Serie A dan apa yang kami pikir kemungkinan untuk itu sebagai liga.”

Lebih jauh, fans AC Milan tentu berharap soal peningkatan investasi di bursa transfer pemain reguler lantaran Rossoneri ingin mempertahankan gelar Scudettonya musim lalu.

AC Milan tercatat tidak terlalu mengejutkan soal belanja pemain baru di bursa transfer musim panas lalu, mereka hanya melakukan pembelian mahal untuk gelandang milik Club Brugge, Charles De Ketelaere.

Baca juga: Kata Pelatih Kiper AC Milan Dida Soal Kelebihan dan Kekurangan Mike Maignan di Rossoneri, Soroti Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved