Sponsored Content

Lakukan Penegakan Keadilan dan Hukum dengan Baik, Mahfud MD Diberi Penganugerahan Udayana Awards

Lakukan Penegakan Keadilan dan Hukum dengan Baik, Mahfud MD Diberi Penganugerahan Udayana Awards

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Penyerahan sertifikat penganugerahan Udayana oleh Rektor Unud kepada Menko Polhukam, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Dalam rangkaian puncak dan penutup dari Dies Natalies ke-60 Universitas Udayana seperti tahun-tahun sebelumnya memberikan Penganugerahan Udayana kepada anak-anak bangsa yang memiliki kapasitas dan kriteria sebagaimana persyaratan untuk menerima Udayana Awards.

Udayana Awards merupakan sebuah penganugerahan tertinggi dari Universitas Udayana dan di tahun 2022 ini, Anugerah Udayana diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

“Kami melihat sosok Mahfud MD dalam konteks penegakan keadilan, penegakan hukum di masyarakat sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat berkaitan dengan hukum itu diberikan oleh beliau melalui Kementerian yang dipimpinnya,” ujar Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M. Eng, IPU. Jumat 30 September 2022.

Penyerahan sertifikat penganugerahan Udayana oleh Rektor Unud kepada Menko Polhukam, Jumat (30/9/2022).
Penyerahan sertifikat penganugerahan Udayana oleh Rektor Unud kepada Menko Polhukam, Jumat (30/9/2022). ()

Prof. Antara menambahkan dengan penghargaan ini mudah-mudahan diharapkan beliau akan lebih optimal lagi menjalankan tugas-tugas kenegaraan, memberi rasa keadilan karena kepastian hukum bagi masyarakat yang membutuhkan terutama dari masyarakat miskin.

“Itulah kita dorong beliau supaya mampu lagi lebih giat memperjuangkan hak-hak rakyat. Universitas Udayana dengan bangga memberikan Udayana Awards 2022 kepada beliau,” imbuh Rektor Unud Prof. Antara.

Lebih lanjut Prof. Antara menyampaikan memang setiap tahun ada Anugerah Udayana tetapi tidak ditentukan jumlahnya berapa orang, kalau memang tidak ada kriteria juga tidak apa-apa tidak diberikan.

“Seperti tahun lalu kita tidak berikan karena kita tidak melihat figur yang memenuhi syarat untuk itu. Jadi tidak apa-apa tidak diberikan juga karena barangkali belum ditemukan kriteria tokoh itu dan kalaupun ada lebih dari satu itu sangat memungkinkan,” katanya.

Seyogyanya kegiatan penganugerahan ini dilakukan pada hari kemarin dalam acara puncak Dies Natalies ke-60 tetapi karena Menko Polhukam ada tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan akhirnya baru hari ini penganugerahannya.

Disinggung apakah Udayana Awards diberikan kepada tokoh tingkat Menteri seperti Mahfud MD kali pertama, Prof. Antara mengatakan seingatnya ini merupakan kali pertama Udayana Awards kepada Menteri.

“Saya tidak ingat, mungkin senior-senior sebelumnya saya masuk bergabung menjadi keluarga besar Universitas Udayana itu juga barangkali ada. Saya tidak punya catatan apakah seorang Menteri itu sudah ada diberikan Udayana Awards, tapi sepertinya ini pertama kali kalau saya tidak salah,” ungkap Prof. Antara.

Dalam Udayana Awards tidak ada kriteria sosok itu dari pejabat atau pangkat dan semacamnya tetapi manakala mereka sudah memainkan tugasnya dengan baik sehingga orang lain bisa mengambil hasil pekerjaan dan tugas yang mereka lakukan itu secara luas.

“Saya kira itu terlepas mereka siapa, jabatan, pangkat tapi kami akademik melihatnya pasti bisa kami pertanggungjawabkan manakala memilih seseorang untuk diberikan Udayana Awards,” ucap Rektor Unud.

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan rasa terimakasih kepada Universitas Udayana karena memberikan penganugerahan ini dan Universitas Udayana merupakan salah satu Universitas terbaik dan sekarang menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

“Saya hadir kesini karena saya merasa berkepentingan dengan penghargaan yang saya dapat tetapi melalui Udayana saya bisa menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk membangun bangsa ini dengan sebaik-baiknya cukup dengan biasa-biasa saja sebenarnya negara ini akan baik. Negara ini tidak jelek karena banyak yang berlaku tidak biasa, biasa itu maksudnya melaksanakan tugas dengan benar, tidak koruptif dan sebagainya itu sebenarnya yang biasa,” ungkap Mahfud MD.

Tetapi lalu negeri ini seakan-akan gaduh karena korupsi itu karena apa, karena banyak yang tidak biasa ketika orang menduduki jabatan dan mengambil kebijakan.

Sedangkan saya tidak melakukan hal yang luar biasa, saya biasa-biasa saja tetapi kemudian itu diapresiasi oleh Udayana karena itu saya ucapkan terimakasih.(*)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved