Bisnis

MENTERI BUMN Kembali Tunjuk Fajar Wibhiyadi Duduki Posisi Direktur Utama PT KBI Periode Kedua

Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Direktur Utama PT Danareksa (Persero), yang merupakan induk usaha dari PT Kliring Berjangka Indonesia.

Tribun Bali/Adrian
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi, Direktur KBI Budi Susanto dan Executive Vice President KBI Andi Patriota Wibisono (kanan - kiri), di sela-sela perkenalan jajaran Direksi baru KBI kepada karyawan PT Kliring Berjangka Indonesia, di Jakarta 27 September 2022. 

TRIBUN-BALI.COM -  Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Direktur Utama PT Danareksa (Persero), yang merupakan induk usaha dari PT Kliring Berjangka Indonesia merubah susunan direksi.

Dalam susunan direksi baru PT KBI, nama Fajar Wibhiyadi, yang telah menjadi Direktur Utama KBI sejak tahun 2017.

Kini kembali ditunjuk mengisi kursi jabatan Direktur Utama PT KBI.

Selain itu, terdapat nama Budi Susanto yang menempati posisi Direktur KBI menggantikan Agung Rihayanto.

Budi Susanto sendiri sebelumnya, menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Wijayakusuma.

Baca juga: Keren, PT KBI Siapkan Ekosistem Perdagangan Karbon Mitigasi Perubahan Iklim

Baca juga: PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Jalankan Edukasi Dan Literasi Berkelanjutan

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi, Direktur KBI Budi Susanto dan Executive Vice President KBI Andi Patriota Wibisono (kanan - kiri), di sela-sela perkenalan jajaran Direksi baru KBI kepada karyawan PT Kliring Berjangka Indonesia, di Jakarta 27 September 2022.
Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi, Direktur KBI Budi Susanto dan Executive Vice President KBI Andi Patriota Wibisono (kanan - kiri), di sela-sela perkenalan jajaran Direksi baru KBI kepada karyawan PT Kliring Berjangka Indonesia, di Jakarta 27 September 2022. (Tribun Bali/Adrian)

Corporate Secretary PT Kliring Berjangka Indonesia, Dihan Yusro, mengatakan terkait susunan direksi baru PT KBI.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), selaku otoritas di industri perdagangan berjangka komoditi juga telah memberikan persetujuan.

"Persetujuan ini diberikan setelah sebelumnya dilakukan uji kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test) terhadap Fajar Wibhiyadi dan Budi Susanto," jelas Dihan kepada Tribun Bali, pada Selasa 27 September 2022.

Ia memastikan, adanya perubahan susunan Direksi ini tentunya tidak mengubah berbagai program rencana korporasi yang sudah dan sedang dijalankan KBI.

“Terkait peran sebagai lembaga kliring dan Pusat Registrasi Resi Gudang, KBI akan terus melakukan peningkatan layanan prima kepada para pemangku kepentingan. Selain itu, KBI juga akan melakukan berbagai inisiasi bisnis baru, serta transformasi layanan” jelasnya.

Dihan menambahkan, saat ini, KBI sendiri memiliki 3 lini usaha, yaitu sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi atas Perdagangan Berjangka Komoditi dan Pasar Fisik Komoditas di Bursa Berjangka Jakarta, serta sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved