Berita Badung

Setelah Penataan Selesai, Kemungkinan Besar Pantai Samigita akan Kenakan Restribusi Bagi Wisatawan

Setelah Penataan Selesai, Kemungkinan Besar Pantai Samigita Akan Kenakan Restribusi Bagi Wisatawan

TB/Istimewa
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat melakukan pemantauan penataan pantai Samigita beberapa.waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penataan pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) masih terus dikebut agar selesai sesuai target.

Pasalnya penataan pantai itu untuk mengundang daya tarik wisatawan dan juga untuk menyambut kegiatan G20.

Namun kedepannya, Daya Tarik Wisata Samigita itu kemungkinan besar akan mengenakan retribusi kepada wisatawan yang berkunjung ke sana.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat melakukan pemantauan penataan pantai Samigita beberapa.waktu lalu
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat melakukan pemantauan penataan pantai Samigita beberapa.waktu lalu (TB/Istimewa)

Pemungutan restribusi itu pun mendapat lampu hijau oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, namun harus dipastikan harus ada yang bertanggung jawab sebagai pengelolanya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengakui jika, retribusi untuk di ketiga pantai tersebut memang bisa dijalankan.

Sebab desa adat telah diberikan hak pengelolaan terhadap ketiga daya tarik wisata (DTW) tersebut. Namun dalam pengelolaan harus sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Itu kan hak pengelolaannya ada di desa adat, ketika diberikan pengelolaan kawasan destinasi wisata itu akan ada ketentuan yang dikelurkan. Jadi tidak salah jika ada restribusi," ujar Giri Prasta Jumat 30 September 2022.

Untuk penarikan retribusi ini, pengelola DTW harus melakukan pengajuan terlebih dahulu kepada instansinterkait khususnya Dinas Pariwisata.

Mengingat pengenaan restribusi haru berhati-hati agar kedepannya saat retribusi ini diterapkan tidak menguragi jumlah kunjungan wisatawan.

"Nanti kita atur dengan baik, jangan sampai dengan adanya retribusi yang kita buat, tamu itu tidak datang. Kan kita juga yang rugi," jelas Bupati asal Desa Pelaga, Petang ini.

Mantan Ketua DPRD Badung itu mengaku penataan pantai Samigita sebenarnya untuk menunjukkan wajah baru dari pantai yang ada di Badung. Selain dipercantik nantinya pantai berpasir putih ini juga akan dilengkapi dengan tsunami audio sistem.

"Penataan ini kami berikan yang terbaik kepada wisatawan baik domestik maupun asing. Kami menjaga estetika, keindahan, keasrian, bahkan kami memberikan tempat untuk para pedagang yang berjualan disitu tertata dengan baik, tidak sembrawutan," jelasnya sembari mengatakan pembangunan trem juga dilakukan.

Lebih lanjut dijelaskan, penataan yang dilakukan juga untuk mencegah adanya abrasi. Sebab nantinya di pantai Kuta akan dibangun stopover untuk mencegah adanya ombak yang sangat besar menuju pantai. Upaya pencegahan abrasi ini juga dill berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

"Di Kuta itu ada empat arus bawah laut, didekat sana juga ada palung laut. Untuk abrasi akan dilakukan penambahan pasir untuk sempadan pantai, sehingga tempatnya akan lebih luas," ungkapnya.

"Nanti ada yang akan kita tambahkan pasir, namun tidak mengubah ombak yang ada. Karena kawasan tersebut merupakan kawasan pantai yang kerap.digunakan untuk berselancar," sambungnya.

Dalam upaya penataan pantai Samigita, disebutkan juga sejalan dengan mengurangi tingkat kemacetan. Lantaran nantinya akan ada trem atau kereta listrik yang jalurnya dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga kawasan pantai tersebut. Dengan begitu wisatawan yang baru tiba di bandara langsung dapat menuju pantai Samigita.

"Trem ini juga akan sampai ke Canggu, dan trem ini menggunakan awak. Wisatawan yang menginap di hotel dekat samigita juga bisa menggunakan itu," imbuhnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved